Libur Sekolah Selama Ramadan, Begini Penjelasan Prabowo-Sandi

Minggu, 17 Maret 2019 - 20:51 WIB

FAJAR.CO.ID–Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana melanjutkan kebijakan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di bidang pendidikan.

Kebijakan dimaksud yakni meliburkan sekolah dan kampus selama sebulan pada saat bulan Suci Ramadan. “Kita mengikuti tradisi pemerintahan Gus Dur yang ketika Ramadan, pemerintah meliburkan penuh seluruh siswa termasuk kampus,” kata juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).

Dahnil menjelaskan, tujuan ingin meliburkan sekolah maupun kampus agar pelajar dan mahasiswa, khususnya yang beragama Islam bisa mempelajari lebih dalam soal syariat Islam selama bulan suci Ramadan.

“Kami ingin memastikan seluruh anak-anak kita belajar tentang Islam yang rahmatan lil alamin, tentang akhlak yang baik selama satu bulan penuh. Itu jadi nanti Kementerian Pendidikan yang akan membuat kebijakan,” ucap Dahnil.

Bagaimana dengan non-muslim, Dahnil menyebut mereka tetap bisa fokus mempelajari akhlak dan agamanya masing-masing serta pendidikan toleransi.

Dia menambahkan, Ramadan harus menjadi madrasah bagi agama apapun. asal, pemerintah bisa menjadikan Ramadan sebagai simbol mempererat persatuan dan mempererat kebhinekaan.

Sebelumnya, Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mewacanakan akan meliburkan sekolah dan kampus selama satu bulan. “Saya waktu masih muda pernah merasakan libur, dulu, saat Ramadan dan waktu anak-anak saya masih kecil, sekolah di Al Azhar, waktu itu juga libur sebulan penuh,” ucap Sandi pekan lalu.

Libur selama puasa kata Sandi, bisa dimanfaatkan siswa untuk kegiatan pesantren kilat. Dia juga menilai para siswa bisa dapat lebih dekat dengan keluarga untuk mengimbangi pengaruh teknologi informasi. “Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, membangun kedekatan keluarga dalam era informasi teknologi yang begitu intensitasnya tinggi,” jelasnya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.