Diperkosa Suami dan Ipar di Malam Pertama, Pengantin Baru Dilarikan ke RS karena Pendarahan

Senin, 18 Maret 2019 - 07:59 WIB
Ilustrasi: Represention Images

FAJAR.CO.ID, UTTAR PRADESH—Entah apa yang ada di pikiran seorang suami dari kota Muzaffarnagar, di negara bagian Uttar Pradesh ini. Malam pertama yang mestinya ia nikmati untuk menunjukkan cintanya pada sang istri malah ia jadikan mimpi buruk bagi wanita yang baru dinikahinya.

Wanita India berusia 26 tahun itu, yang melapor ke polisi bersama keluarganya mengaku menjadi sasaran perkosaan yang sangat brutal oleh suaminya dan saudara iparnya karena tidak cukup mahar yang diberikan di pesta pernikahan.

Insiden itu terjadi di sebuah desa di rumah perkawinannya yang baru di pinggiran Muzaffarnagar. Setelah diperkosa secara mengerikan, wanita yang rentan itu kemudian dikunci di dalam kamarnya dari luar oleh mertua dan dipaksa untuk tinggal di sana.

Dia berbaring berdarah sepanjang malam di tempat tidurnya pada apa yang seharusnya menjadi malam bahagia pertama pernikahannya. Di pagi hari, dia akhirnya diizinkan untuk dibawa ke rumah sakit. Di mana dia segera dibawa untuk dioperasi oleh staf medis dan sekarang perlahan pulih.

Penyerangan seksual dan perkosaan terjadi pada 6 Maret 2019. Namun insiden traumatis itu menjadi perhatian polisi pada 14 Maret 2019. Dilaporkan bahwa kedua pria tersebut mabuk alkohol pada saat melakukan pelecehan seksual.

Saudara laki-laki korban yang diperkosa mengatakan bahwa kedua lelaki itu mabuk pada malam pernikahan dan kemudian memperkosa adik perempuannya. “Keluarga [suaminya] rakus dan menuntut mahar,” katanya dikutip dari Desi Blitz.

Saudara laki-laki yang hancur oleh apa yang terjadi pada saudara perempuannya juga mengatakan bahwa dia telah menghabiskan Rs 7 lakh untuk pernikahan saudara perempuannya, tetapi terbukti masih tidak cukup bagi mereka untuk melakukan hal ini kepadanya.

Dalam kejadian ini, suami dan saudara iparnya dituduh melanggar pasal 376-D (pemerkosaan berkelompok), 506 (hukuman karena intimidasi kriminal), 504 (penghinaan yang disengaja) IPC dan Dowry Act.

Pengawas kepolisian yang menangani kasus korban, Alok Sharma, mengatakan: “Kami sedang melakukan penyelidikan atas masalah ini. Korban dikirim ke rumah sakit kabupaten untuk pemeriksaan medis juga. Tindakan akan diambil sesuai.” (De Blitz/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.