Guru Honorer Kecewa Ma’ruf, Ini Alasannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Koordinator Honorer K2 Jawa Timur, Munir Qu menyoroti debat cawapres Minggu malam. Alasannya, Cawapres nomor urut 01, Kiai Ma’ruf Amin sangat membanggakan instrumen data pokok pendidikan (Dapodik) untuk mengawasi dana transfer daerah. Namun, dia lupa memikirkan nasib pengelola Dapodik.

“Sadar tidak, selama ini yang isi Dapodik itu operator sekolah yang statusnya honorer. Kenapa banggakan Dapodik tapi tidak memikirkan kesejahteraan tenaga kerjanya,” ujar Munir, Senin (18/3/2019).

Dia mengklaim, 800 ribu operator sekolah dasar adalah guru honorer. Selain mengajar, guru honorer juga diberikan beban mengisi Dapodik. Di sisi lain, gaji mereka hanya di kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribui. “Honorer K2 disepelekan padahal kami ini yang kerjanya ganda,” kritiknya.

Bhimma, Koordinator Honorer K2 Indonesia menegaskan, Dapodik merupakan produk aplikasi kebijakan Presiden SBY melalui Surat Edaran Mendikbud Muhammad Nuh sesuai Instruksi Menteri No 2 tahun 2011 tentang Pengelolaan Pendataan. Pascalahirnya Dapodik maka lahirlah nama operator sekolah yang sampai saat ini regulasinya masih belum jelas.

“Jadi sebenarnya Dapodik itu bukan instrumen baru. Bagi kami, harusnya yang diperhatikan itu kesejahteraan dan kejelasan status honorer yang mengelola data Dapodik,” tandas Bhimma. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...