Keluarga Pelaku Penembakan Massal di Masjid Menangis saat Minta Maaf

Senin, 18 Maret 2019 - 10:24 WIB
Keluarga pelaku penembakan massal di masjid meminta maaf/Nine News

FAJAR.CO.ID, SYDNEY—Keluarga pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan puluhan orang meminta maaf secara terbuka. Keluarga diwakili nenek dan paman pelaku menyebut tindakan brutal itu sangat tidak bisa diterima.

Marie Fitzgerald, 81, nenek Brenton Tarrant, sang pelaku, mengatakan dalam sebuah wawancara yang penuh air mata bahwa ia sangat menyesal dan terkejut dengan tindakan cucunya. Ia menegaskan, sulit untuk menerima kenyataan bahwa seseorang dalam keluarganya akan melakukan hal seperti ini.

Brenton Tarrant, 28, dari Australia, yang membantai puluhan dan melukai 50 lainnya saat shalat Jumat ‘menyiarkan langsung’ serangan teror di Selandia Baru itu dan menguraikan motif anti-imigrannya dalam sebuah manifesto yang diposting online. “Media mengatakan dia sudah merencanakannya untuk waktu yang lama sehingga dia tidak waras,” kata Marie di Nine News.

Dia menambahkan bahwa Tarrant adalah penggila komputer. “Kurasa, hanya sejak dia bepergian ke luar negeri, bocah itu telah berubah,” ujar sang nenek.

Paman Tarrant, Terry Fitzgerald, juga berbicara untuk meminta maaf kepada keluarga para korban. Dia berkata: “Kami sangat prihatin dengan keluarga di sana, untuk orang yang tewas dan terluka.”

Tersangka teroris Christchurch muncul di pengadilan kemarin setelah serangan memuakkan di dua masjid yang menewaskan 49 orang. Tarrant tampak membuat simbol kekuatan tangan putih dengan tangan kanannya ketika ia tiba di pengadilan. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.