Polisi Grebek 2 Rumah di Australia Terkait Teror Selandia Baru

0 Komentar

Pelaku yang sudah menghadapi pengadilan hingga saat ini bernama Brenton Tarrant, 28, yang telah didakwa dengan pembunuhan. Ia diyakini telah bertindak sendiri dalam melakukan serangan teror itu (Walter)

FAJAR.CO.ID – Polisi Australia menggerebek dua rumah di negara itu sebagai bagian dari penyelidikan atas aksi teror di dua masjid di Selandia Baru. Lima puluh orang tewas dan puluhan lainnya cedera pada Jumat (15/3).

Pelaku yang sudah menghadapi pengadilan hingga saat ini bernama Brenton Tarrant, 28, yang telah didakwa dengan pembunuhan. Ia diyakini telah bertindak sendiri dalam melakukan serangan teror itu.

Pihak berwenang di New South Wales mencari rumah tak dikenal di pinggiran dekat Pantai Sandy dan Lawrence pada Senin (18/3).

“Tujuan utama kegiatan ini untuk mendapatkan bahan yang dapat membantu Polisi Selandia Baru dalam penyelidikan yang sedang berlangsung,” kata polisi New South Wales dilansir dari BBC.

Media Australia melaporkan, salah satu rumah adalah milik saudara perempuan Brenton Tarrant. Polisi mengatakan, keluarganya di Australia kooperatif membantu penyelidikan.

Pada hari Minggu (17/3), dua anggota keluarga Tarrant di Grafton mengatakan kepada media bahwa mereka terkejut oleh penembakan itu.

“Kami sangat menyesal, berduka untuk para korban jiwa dan terluka,” kata paman Tarrant, Terry Fitzgerald kepada Nine News.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah berjanji untuk mengubah undang-undang senjata setelah penembakan masal terburuk itu terjadi di negara itu.

Tarrant secara sah memiliki lima senjata dan memiliki lisensi senjata api. Dia tidak memiliki catatan kriminal dan tidak pernah berada di radar dinas keamanan di Selandia Baru atau Australia.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...