Survei Terbaru, Jatah Kursi PAN Dapil Sulsel II Milik Suhartina Bohari

Senin, 18 Maret 2019 - 13:43 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kerja-kerja pemenangan caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Suhartina Bohari menunjukkan hal yang positif. Caleg nomor urut dua (2) dari daerah pemilihan (dapil) Sulsel II ini terekam terus-terus mengalami peningkatan.

Terbukti, hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menempatkan Suhartina Bohari paling tinggi dari delapan caleg lainnya. Diketahui, survei Indikator tersebut dilakukan pada 24 Februari sampai dengan 4 Maret. Secara umum memperlihatkan para caleg saling bersaing kompetitif, khususnya caleg-caleg yang populer.

Suhartina Bohari yang maju mewakili Partai Amanat Nasional dari angka tersebut secara mengejutkan mampu mengalahkan nama populer seperi mantan anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar.

Meski begitu, posisi ipar Bupati Maros Hatta Rahman belum aman. Sebab di PAN, ada nama Andi Yuliani Paris yang sebagai incumbent. Di mana Suhartina Bohari tercatat meraih 1,4 persen. Disusul Andi Yuliani Paris dengan 1,3 persen. Kemudian, Abd Waris 0,3 persen dan Aziz Qahhar Mudzakkar 0,2 persen.

“Kita tidak ingin terlena dengan hasil ini. Tetap kita akan kerja dan terus bekerja saja,” kata Suhartina Bohari

Dari simulasi estimasi sembilan kursi dari dapil Sulsel II, selain PAN mendapat satu kursi, partai lainnya didapatkan oleh Gerindra dua kursi, PDIP satu kursi, Golkar dua kursi, Nasdem satu kursi, PKS satu kursi, dan PPP satu kursi.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sekadar diketahui, dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1000 orang. Dengan metode multistage random sampling desa/kelurahan di tingkat kecamatan dipilih dengan jumlah proporsional, dan dengan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3.2% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). (taq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *