UN Jangan Dihilangkan, Harus Dikembangkan

Senin, 18 Maret 2019 - 20:22 WIB

JAKARTA, FAJAR.CO.ID — Sebuah blunder besar jika Ujian Nasional (UN) dihilangkan. UN harus menjadi barometer sebagai tolok ukur standar penentuan kelulusan siswa di nusantara.

Sekretaris Jenderal Tim Kemenangan Nasional (TKN), Hasto Krstiyanto, mengkritisi keinginan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghapus sistem UN.

“Bagaimanapun, bicara pendidikan, di negara manapun membutuhkan standar. Jika tidak ada standar bagaimana mengetahui kita sudah sampai di mana?. Terutama di era persaingan dan dalam rangka menyambut revolusi industri 4,0,” ujar Hasto.

Ya, mengenai perlunya ujian nasional sebagai standar pendidikan nasional, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pernah menyatakan UN tak hanya menyangkut angka semata yang diraih siswa.

“Dengan adanya UN sebagai standar pendidikan nasional, maka kita akan tahu dimana kekurangan bidang pendidikan yang ada di daerah-daerah. Setelah itu, baru kita bisa perbaiki fasilitas pendidikan di daerah yang masih belum memenuhi standar. Kalau tidak ada standarnya bagaimana memperbaikinya?” jelas Wapres.

Dikarenakan pentingnya UN sebagai standar, maka JK menilai ada logika yang terbalik jika ada yang berpandangan bahwa pelaksanaan UN baru bisa dilakukan setelah semua konsep pendidikan nasional sudah membaik.

“Loh? Bagaimana mau baik kalau tidak ada standarnya. Kalau tidak ada standar itu, bagaimana caranya melakukan peningkatan. Walaupun di lapangan diperbaiki, tapi tidak ada standar yang mau dicapai, bagaimana bisa berhasil?” ungkap JK. (rdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.