Banjir Sentani, BNPB Salahkan Pembalakan Hutan Cycloop

Selasa, 19 Maret 2019 08:59

FAJAR.CO.ID–Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menuding banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua akibat ulah tangan manusia.Dia menyebut, pegunungan Cycloop yang semula merupakan cagar alam, kini berubah menjadi lokasi tempat tinggal 43.030 orang atau 753 kepala keluarga sejak 2003.”Penebangan pohon untuk membuka perumahan dan kebutuhan kayu juga marak terjadi seluas 2.415 hektare. Ada juga tambang galian (tipe) C,” ujar Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur.Menurutnya, wilayah Sentani diguyur hujan ekstrem sebanyak 248,5 milimeter selama tujuh hari berturut-turut sebelum banjir menerjang. Curah ekstrem demikian setara dengan satu bulan hujan dalam keadaan normal.Hujan yang sangat intensif menyebabkan debit air semakin mengikis bebatuan di hulu sungai kawasan Gunung Cycloop yang bersifat remah atau mudah erosi. Saat itu, longsor terjadi hingga menutup aliran sungai, bahkan menerjang kawasan di sekitarnya, termasuk area permukiman.Diketahui, banjir bandang itu menerjang sembilan kelurahan dengan tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe.

Bagikan berita ini:
7
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar