Makanan Olahan UMKM Lutim Dipasarkan di Swalayan Tangerang

Selasa, 19 Maret 2019 - 10:20 WIB

FAJAR.CO.ID, MALILI — Salah satu kendala terbesar yang dialami oleh para pelaku UKM adalah kurangnya akses informasi terhadap pemasaran hasil produksi mereka, sehingga berdampak pada kemalasan, keraguan akan ketidak pastian dalam melakukan pemasaran hasil produksi mereka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melakukan pendatanganan kerja sama dengan PT Mitra Dinamika Sejahtera (MDS) pada kegiatan Expo Galeri Etnik Nusantara (Gensa) yang digelar di Mall WTC Matahari Serpong Tangeran Selatan, Banten.

Kerja sama ini ditandai dengan penempatan unit shop produk UMKM Luwu Timur. Kerja sama ini berlaku selama satu tahun dengan sumber anggaran berasal dari APBD Luwu Timur.

Galery etnik nusantara adalah wadah untuk menampung segala hasil olahan para pelaku UMKM baik olahan pangan, industri kreatif, handycraf, budaya dan pariwisata, oleh karena itu, pemerintah kabupaten Tangerang Selatan menjadikan galery etnik nusantara ini sebagai bagian dari destinasi wisata untuk berbagai produk yang ada di seluruh Indonesia.

Expo kali ini mengangkat tema ‚ÄúParade Expo Gensa Menuju Pasar Global Era Industri 4.0″. Penandatanganan nota kerja sama ini dihadiri oleh Kepala dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Timur, Rosmiyati Alwi, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangeran Selatan, Effy Karinawati, Direktur PT Mitra Dinamika Sejahtera, Rachelthera Triya Manajer Mall WTC Matahari Serpong Tangeran Selatan, Para pengurus MDS dan Pengelola Galery Etni Nusantara.

Direktur PT Mitra Dinamika Sejahtera, Rachelthera Triya, selaku penanggung jawab Galeri Etnik Nusantara menjelaskan bahwa kehadiran Pemda Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan merupakan sebuah bukti kemajuan dalam pengelolaan galery etnik nusantara, dengan demikian jumlah propinsi yang telah bergabung di tahun ini sebanyak 17 propinsi dari target 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Akan tetapi, di samping menjadi nilai kemajuan tentu bagi GENSA sendiri akan menjadi sebuah tantangan besar terhadap upaya peningkatan kemampuan kerja sama dengan bergai sektor khususnya pada sektor perdagangan global, sebab arah kami kedepan bagaimana semua kemitraan akan mendapatkan nilai positif dalam peningkatan kapasitas produksi lewat program kerja sama perdagangan baik domestik maupun manca negara negeri, sebut Rachelthera Triya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tangeran Selatan, Effy Karinawati mengemukakan bahwa, keberadaan Gensa yang di prakarsai okeh PT Mitra Dinamika Sejahtra merupakan terobosan baru yang perlu mendapat apresiasi mengingat di galery etnik nusantara ini semua aspek dan komponen baik dalam bentuk hasil produksi pelaku UMKM, Industri kreatif, handycraf, kesenian budaya dan kepariwisataan senantiasa menyatu menjadi sebuah bahan jualan yang berpotensi besar bagi pengung di Mall MTC Matahari ini. Oleh karena itu kehadiran Pemda Luwu Timur Propinsi Sukawesi Selatan akan menambah khasanah ke majuan di segala sektor khususnya olahan pangan, industri kreatif, budaya dan pariwisata.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Timur , Rosmiati Alwy, dalam sambutannya mengemukakan bawa upaya yang dilakukan oleh pemda Luwu Timur dalam bentuk menjalin kerja sama dengan PT MDS merupakan sakah satu langkah strategi dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi bagi pelaku UKM, Industri kreatif, kebudayaan dan kepariwisataan yang ada di Luwu Timur. Upaya ini tentunya sejakan dengan visi misi Bupati Luwu Timur dalam mewujudkan Luwu Timur Terkemuka 2021.

“Oleh karena itu kami berharap melalui kerja sama ini maka kran – kran informasi terhadap pemasaran dapat terbuka seluas luasnya kepada pelaku UMKM dan tentunya semangat untuk melakukan inovasi dan kemandirian dalam meningkatkan kapasitas produksi juga dapat meningkat secara global,” harap Rosmiati.

Rosmiati menambahkan Luwu Timur merupakan sakah satu daerah yang memiliki sejuta potensi dari berbagai sektor, baik sektor olahan hasil bumi, kelautan dan pertambangan yang kesemua itu tentu membutuhkan adanya kerja sama secara intensif guna mencapai kesejahtraan masyarakat secara umum.

Beberapa produk unggulan akan menjadi promadona bagi segenap pengunjung, di antaranya, kripik pisang tanduk, lada bubuk, bagea sagu, olehan Krispy ikan pangkilan serta terasi bubuk bakar, hasil kerajinan Teduhu asal Nuha dan peralatan dapur berupa lesun dan cobe-cobe dari Kawata. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *