Ternyata Bekicot Memiliki Khasiat Untuk Kesehatan

Selasa, 19 Maret 2019 - 17:25 WIB

FAJAR.CO.ID–Siapa yang tidak tahu bekicot? Hewan yang termasuk ke dalam kelompok moluska atau bertubuh lunak ini biasa ditemui di pepohonan, tanaman, serta berbagai tempat lembap lainnya.

Bekicot punya nama latin Achatina fulica yang masih satu spesies dengan Helix aspersa, atau bisa juga disebut sebagai giant african snails karena awalnya berasal dari Afrika.

Anda mungkin akan mengira kalau bekicot dan siput adalah hewan yang sama. Padahal meski sama-sama tergolong kelas gastropoda, tapi keduanya jauh berbeda.

Perbedaan utamanya adalah dari “rumah” yang menempel di bagian atas tubuhnya. Siput tidak memiliki cangkang keras di tubuhnya, sementara bekicot punya.

Belum lama ini, beberapa produk perawatan kulit kerap memanfaatkan lendir siput yang diklaim mampu menyamarkan flek hitam dan mengurangi pertumbuhan jerawat. Alhasil, kulit pun akan tampak lebih halus dan mulus.

Tak mau kalah dengan siput, bekicot diduga memiliki manfaat kecantikan yang serupa. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Ilmiah Kedokteran, menunjukkan potensi lendir bekicot yang dinilai efektif sebagai penyembuh luka sayat pada kulit.

Penelitian yang melibatkan sekelompok hewan coba ini menemukan bahwa luka sayat yang dioleskan lendir bekicot ternyata sembuh lebih cepat sembuh daripada luka sayat yang tidak dioles lendir.

Adakah manfaat makan bekicot?

Hewan yang satu ini sebenarnya mudah diperlihara dan dikembangbiakkan. Bahkan, tidak sedikit orang yang gemar memakannya, termasuk di Indonesia. Beberapa negara di Eropa, khususnya Perancis, menyukai olahan bekicot yang lebih akrab disebut sebagai escargot.

Sekilas memang tampak aneh, tapi nyatanya olahan escargot menawarkan beragam khasiat baik untuk tubuh saat dikonsumsi, yakni:

1. Tinggi nutrisi

Tampaknya tidak sedikit orang yang memandang olahan escargot sebelah mata karena ragu dengan kandungan gizinya. Padahal, sepiring escargot tidak kalah bergizi dengan sumber hewani lainnya.

Dibuktikan dalam Data Komposisi Pangan Indonesia milik Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram (gr) daging bekicot mengandung 441 kalori (kal), 48,7 gr protein, 20,3 gr lemak, dan 15,8 gr karbohidrat. Escargot juga diperkaya dengan beragam mineral dan vitamin di dalamnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Fisherish Sciences, menjabarkan, daging escargot dinilai memiliki nilai gizi yang tinggi karena kaya akan asam amino esensial, protein, serta vitamin dan mineral.

Di antaranya adalah kalsium, kalium, fosfor, natrium, zat besi, magnesium, hingga vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6 (piridoksin), vitamin C, dan vitamin E.

Menariknya, escargot bisa juga Anda jadikan panganan diet karena tergolong rendah lemak tapi tinggi protein. Makan olahan bekicot dipercaya bisa membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

 

2. Memperbaiki suasana hati

Apa yang biasanya Anda lakukan untuk mengembalikan mood atau suasana hati yang buruk? Selain dengan tidur, menonton film, atau makan cokelat batangan, ternyata escargot atau bekicot juga bisa menjadi salah satu pilihannya.

Pasalnya, escargot mengandung senyawa kimia bernama triptofan yang masuk ke dalam kelompok asam amino. Sesaat setelah dimakan, senyawa triptofan yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi sebuah molekul yang disebut 5-HTP (5-hydroxytryptophan).

Molekul ini nantinya berguna untuk merangsang otak dalam memproduksi hormon serotonin dan melatonin. Kedua hormon inilah yang berhubungan erat dengan perubahan nafsu makan, suasana hati, dan kualitas tidur yang lebih baik.

 

3. Mengatasi kekurangan gizi

Melansir dari Science Daily, sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Food Safety, Nutrition, and Public Health, menemukan fakta menarik tentang daging escargot.

Mengingat kandungan gizinya yang tidak main-main, para peneliti menuturkan bahwa daging escargot ternyata berkhasiat untuk membantu mengatasi kekurangan gizi dan zat besi (anemia) pada kelompok usia anak-anak dan wanita dewasa.

Ini berkat kandungan protein dan zat besi yang melimpah di dalam escargot membuatnya bisa dipertimbangkan sebagai sumber makanan sehat. Bahkan, daging hewan bertubuh lunak ini mampu menyumbang asam lemak esensial, seperti asam linoleat dan asam linolenat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tetap perhatikan risiko makan bekicot

Di balik kandungan nutrisi dan rasanya yang lezat, Anda diharuskan untuk tetap berhati-hati saat makan bekicot. Sebab tidak menutup kemungkinan, bekicot tersebut mengandung parasit yang akan membahayakan tubuh ketika termakan, ungkap Paul E. Skelley, seorang ahli entomologi dari Florida Department of Agriculture and Consumer Services di Amerika Serikat.

Alih-alih memperoleh nutrisi baiknya, salah langkah dalam mengolah atau memasak escargot justru dapat menimbulkan infeksi serta penyakit yang berasal dari parasit di dalamnya. Terlebih jika daging escargot tersebut tidak dicuci bersih, atau belum sepenuhnya matang saat disajikan.

Maka itu, jenis bekicot yang biasa dimakan adalah yang khusus diternakkan. Bukan sembarangan diambil dari yang biasa hidup bebas di alam liar. Di sisi lain, perhatikan juga bahan-bahan tambahan yang terlibat dalam proses pengolahan. Jika ingin lebih sehat dan bergizi, Anda bisa mengganti minyak goreng dengan minyak lain yang rendah lemak, misalnya minyak zaitun maupun minyak canola. (hellosehat.com/eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.