Ditolak JK, Sandi Berkukuh UN Harus Dihapus

Sandiaga Uno saat mengikuti jalannya acara debat cawapres (Issak Ramadhan/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wacana penghapusan UN yang dicanangkan oleh calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapatkan pertentangan dari Wapres Jusuf Kalla (JK). Kepada awak media, JK menyatakan bahwa UN sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penolakan tersebut membuat Sandiaga Uno angkat bicara. Alumnus George Washington University itu menghargai pendapat JK. Namun, dia bersikukuh bahwa UN masih menjadi beban siswa.

“Ada yang setuju ada yang tidak setuju, mari kita buka diskursus. Kami meyakini bahwa kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri belum merata dan ujian nasional itu mengakibatkan pola-pola di mana sekolah mengejar tingkat kelulusan itu dengan cara-cara yang membebani siswa, pendidik, dan itu sangat tidak fair, tidak adil,” kata Sandi di Jakarta, Rabu (20/6).

Sandi mengungkapkan punya langkah yang lebih revolusioner dengan memutuskan menghapus UN dan mengganti penelusuran minat dan bakat siswa. Dia menambahkan, negara-negara maju sudah menghapus UN lantaran biayanya sangat besar.

“Itu (UN) biayanya besar sekali. Ada banyak (uang) yang bocor dan lain sebagainya. Yang lebih penting, pendidikan menghasilkan peserta didik yang tuntas berkualitas, memiliki kecerdasan, kecakapan, budi pekerti yang baik, akhlakul karimah, ini bisa dilakukan bukan dengan standarisasi,” terangnya.

Nantinya, kata Sandi, penelusuran minat dan bakat akan dilakukan dengan standar masing-masing sekolah dengan kearifan lokalnya. Cara ini telah banyak dilakukan di luar negeri. Karenanya jika terpilih, dia akan koordinasi dengan pihak dinas pendidikan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...