Jalur Utama Perdagangan Komoditas, Ruas Sumilan-Kalosi Sempit dan Rusak Parah

Rabu, 20 Maret 2019 - 09:33 WIB
FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Akses tercepat menuju Sub Terminal Agrobisnis (STA) Sumillan dibiarkan terbengkalai. Sudah cukup lama bak kubangan lumpur.
Jalur Sumillan-Kalosi ini dikeluhkan sejumlah pengusaha sayuran. Padahal, akses ini paling cepat dibanding truk mesti memutar lewat jalur Poros Belajen-Kalosi. Selama ini pengiriman sayuran melalui Pelabuhan Parepare.
Salah satu pengusaha sayuran, Abdul Muin mengaku tiap pekan mengirim bertruk-truk sayuran ke Kalimantan. Namun jalur Sumillan-Kalosi yang selalu dilalui truknya beberapa titik rusak. Sehingga truk yang sarat muatan mesti jalan cukup pelan.
“Terutama di wilayah Laiya itu. Ada sekitar 50 meter rusak parah. Sudah seperti sungai karena selalu berkubang, penuh air,” keluhnya, Rabu (20/03/2019).
Supir truk, Syaiful juga mengeluhkan kondisi jalan yang sangat sempit. Kata dia, jalur ini mestinya bisa segera diperlebar. Apalagi truk-truk yang melintas cukup besar. Bila berpapasan, terpaksa mesti berhenti untuk bergiliran memberi jalan.
“Padahal jalur ini mungkin hanya 4 kilometer. Mestinya Pemkab segera perlebar dan tangani kerusakannya. Ratusan truk itu tiap pekan hilir mudik melintas. Bawa sayuran ke Kalimantan dan daerah lain,” keluhnya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.