Jaring Bantuan Pemerintah Rusak, Kapal Nelayan Tidak Lagi Beroperasi di Malangke

FAJAR.CO.ID, MASAMBA -- Kapal nelayan di Desa Tokke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara tidak lagi beroperasi selama satu tahun. Pukat yang diberikan pemerintah pusat sudah rusak parah sejak setahun lalu.Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Dinas Perikanan Luwu Utara, Aqidah, mengatakan, pihaknya telah menemukan armada penangkapan ikan yang tidak berfungsi. ''Nelayan tidak melaut menggunakan kapal bantuan karena jaring bantuan sudah rusak,'' kata Aqidah kepada FAJAR. Menurutnya, alat tangkap rusak milik usaha bersama. Makanya, selama setahun ini tidak menangkap ikan di laut. Mereka pernah mencoba menangkap ikan menggunakan bubu. Tetapi hasilnya tidak maksimal. Biaya pengadaan alat tangkap sangat besar mencapai Rp150 juta per unit. Karena biaya besar, maka dapat dicarikan solusi. Di mana dibelikan pukat mini. Harga pukat mini hanya mencapai Rp100 juta. Kadis Perikanan Luwu Utara, Muharwan, mengakui memang armada penangkap ikan milik Koperasi Mappatuo Bone-bone. ''Kapal bantuan pusat ini dikelola Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Tokke, Malangke,'' kata Muharwan. Dia menyebut, anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Makanya, sebaiknya dicarikan alternatif lain. Sebab, anggaran pemerintah sangat terbatas. Koperasi harus berupaya mencarikan jalan agar dapat membiayai pengadaan jaring. Jangan hanya berharap ke pemerintah daerah saja. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...