Jembatan Mulai Reyot Ancam Keselamatan Warga di Mamuju

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Jembatan sebagai penghubung perkampungan di Mamuju masih buruk. Salah satu jembatan gantung di Desa Pa’tidi sudah mulai reyot.

Data yang dihimpun FAJAR, jembatan tersebut merupkan jalur utama Dusun Mollo dan Topping. Sekitar 100 kepala keluarga dan 300 jiwa menghuni wilayah di seberang jembatan tersebut.

Namun, beberapa papan mulai retak-retak dan patah. Besi jembatan terlihat berkarat. Terlebih, dinding jembatan yang terbentang di sungai dengan panjang sekitar 50 meter tersebut hanya kawat penggantung jembatan.

Kepala Desa Pa’tidi, Kecamatan Simboro, Rusli, mengatakan, rehabilitasi jembatan sudah dilakukan dua tahun terakhir. “Itu sebelum saya menjabat. Kata masyarakat, memang kayu tidak terlalu bagus karena keterbatasan anggaran,” bebernya.

Padahal, setiap pagi jembatan tersebut harus dilalui anak sekolah. Khususnya yang duduk di bangku SMP dan SMA, sebab di dua dusun itu hanya ada SD.

Perhatian tetap diberikan, hanya saja kemampuan pemerintah desa hanya sebatas perawatan. “Jadi, kita harap bisa sering dengan pemerintah kabupaten. Meski tahun ini belum dimasukkan pada musrembang, tetapi sudah butuh perbaikan,” ucapnya.

Kata dia, untuk total dari desanya untuk mendanai belum bisa dilakukan. Sebab, baru rampung satu jembatan di selesaikan dan diresmikan bulan lalu.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Mamuju, Muhammad Asgar Quraisy, mengutarakan, pihaknya belum bisa memastikan untuk pembenahan jembatan tersebut. “Saya belum melihat, tetapi yang didahulukan skala prioritas dulu,” bebernya. (sal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...