Jenazah Korban Teroris di Selandia Baru Mulai Dimakamkan

0 Komentar

Jenazah dua korban teroris di masjid di Selandia Baru dibawa dalam peti mati yang terbuka di Taman Peringatan Memorial Christchurch pada Rabu (20/3). Ini merupakan pemakaman pertama dari 50 korban (Reuters)

FAJAR.CO.ID – Jenazah dua korban teroris di masjid di Selandia Baru di bawa dalam peti mati yang terbuka di Taman Peringatan Memorial Christchurch pada Rabu (20/3). Ini merupakan pemakaman pertama dari 50 korban.

Berbalut kain putih, para jenazah dibaringkan menghadap kiblat, dan setelah shalat jenazah, dibawa ke kuburan mereka yang baru saja digali.

“Melihat jasad diturunkan, itu adalah waktu yang sangat emosional bagi saya,” kata Gulshad Ali, yang telah melakukan perjalanan dari Auckland untuk menghadiri pemakaman.

Beberapa gundukan tanah yang menumpuk tinggi menandai banyak kuburan yang akan digunakan untuk para korban penembakan masal terburuk di Selandia Baru.

Ratusan orang berkumpul untuk meratap. Beberapa pria mengenakan peci dan tunik panjang dan celana panjang, sementara perempuan mengenakan kerudung dan syal.

Mayoritas korban adalah migran atau pengungsi dari negara-negara seperti Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Turki, Somalia, Afghanistan dan Bangladesh. Korban termuda adalah bocah tiga tahun, lahir di Selandia Baru dari orang tua pengungsi Somalia.

Dua korban pertama, ayah dan anak Khaled dan Hamza Mustafa, berasal dari Syria yang dilanda perang.

“Saya tidak bisa memberitahu Anda betapa sulitnya sebuah keluarga datang ke sini untuk keselamatan dan mereka seharusnya aman di sini,” kata Perdana Menteri Jacinda Ardern, mengunjungi kota itu untuk kedua kalinya sejak pembantaian.

Sementara itu, para polisi bersenjata berdiri menonton dengan bunga-bunga terselip di sarung revolver mereka dan melekat pada senapan bertenaga tinggi mereka.

Ardern mengatakan Jumat ini akan ada doa bersama bagi umat Islam di Selandia Baru. Doa ini akan disiarkan secara nasional dan akan ada keheningan selama dua menit.

“Ada keinginan untuk menunjukkan dukungan bagi komunitas Muslim ketika mereka kembali ke masjid pada hari Jumat,” katanya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...