, ,

Korban Banjir Sentani Terus Bertambah

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:36 WIB

FAJAR.CO.ID–Korban Jiwa akibat banjir bandang di Distrik Sentani, Jayapura, Papua terus bertambah. Total hingga pukul 22.50 WIB, Selasa (19/3/2019) menjadi 89 orang, sementara 74 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.613 personil tim gabungan dari 23 instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana, kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.

Jumlah pengungsi juga terus bertambah. Banyak masyarakat memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut banjir bandang susulan. Beberapa titik pengungsian juga telah berjubel oleh pengungsi. Tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Sutopo mengatakan, dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan di beberapa lokasi. Namun masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya.

Data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 unit rumah rusak berat 3 unit jembatan rusak berat, 8 unit drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 unit gereja rusak berat, 1 unit masjid rusak berat, 8 unit sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat dan 1 unit pasar rusak berat. Total korban terdampak adalah 11.725 KK yang terdapat di tiga distrik (kecamatan) yaitu Distrik Sentani, Waibu dan Sentani Barat, kata Sutopo.

Kepala BNPB, Doni Monardo memimpin langsung rapat kordinasi sekaligus evaluasi penanganan bencana banjir bandang Sentani di Jayapura. Didampingi Kepala Basarnas dan Wakil Gubernur Papua, Kepala BNPB menyampaikan langsung evaluasi tinjauan lapangannya hari ini.

Doni mengatakan hal yang terpenting saat ini adalah mengelola pengungsi dan jangan sampai ada yang mengeluh. “Kita akan memenuhi antara lain air bersih, MCK, selimut, dan matras” ucapnya.

Kepala Basarnas, Bagus Puruhito menjelaskan akan terus membantu dalam pencarian orang hilang dan akan mengecek dan meningkatkan pencarian korban. Kami juga membutuhkan peralatan berat (eksavator) untuk evakuasi dan pencarian korban,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.