Presiden Kazakhstan Mengundurkan Diri Setelah 30 Tahun Berkuasa

0 Komentar

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev telah mengundurkan diri. (Reuters)

FAJAR.CO.ID – Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev telah mengundurkan diri. Dilansir dari BBC pada Selasa (19/3), Nazarbayev menjadi satu-satunya orang yang memimpin negara itu sejak ia muncul dari runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an.

Dalam pidato yang disiarkan televisi ia mengatakan, keputusan yang diambilnya memang tidak mudah tetapi ia ingin membantu generasi muda menjadi pemimpin baru. Nazarbayev, 78, selama ini mempertahankan sebagian besar pengaruhnya sebagai kepala partai yang memerintah.

“Saya telah memutuskan untuk menyerahkan kekuasaan saya sebagai presiden,” kata Nazarbayev dalam pidato televisinya yang mengejutkan pada hari Selasa.

“Saya melihat tugas saya sekarang adalah memfasilitasi kebangkitan generasi muda menjadi pemimpin baru yang akan melanjutkan reformasi yang sedang berjalan di negara ini,” ujar Nazarbayev.

Ia mengatakan, Ketua Majelis Tinggi Parlemen Kassym Jomart Tokayev akan menjadi penjabat presiden untuk sisa masa jabatannya yang berakhir pada April 2020.

Pengumuman itu datang hanya beberapa minggu setelah pemerintah gagal memperbaiki kondisi ekonomi. “Di banyak bidang ekonomi, meskipun banyak undang-undang dan keputusan pemerintah diadopsi, perubahan positif belum tercapai,” kata Nazarbayev.

Jurnalis BBC Abdujalil Abdurasulov mengatakan, beberapa bulan terakhir dan bahkan bertahun-tahun ada spekulasi tentang pengunduran diri Nazarbayev dalam waktu dekat. Rumor ini semakin kuat ketika ia secara resmi meminta Mahkamah Konstitusi untuk mengklarifikasi proses pengunduran diri presiden.

Pengadilan mengonfirmasi bahwa presiden memiliki hak untuk mengundurkan diri. Namun, pengumumannya hari ini masih mengejutkan banyak orang.

Nazarbayev adalah satu-satunya presiden yang diketahui Kazakhstan merdeka. Banyak yang menganggapnya sebagai presiden seumur hidup, praktik umum bagi negara-negara otoriter di Asia Tengah. Lahir pada tahun 1940, Nazarbayev saat itu menjabat sebagai Sekretaris Pertama Partai Komunis Kazakhstan pada tahun 1989 ketika negara itu masih jadi bagian Republik Soviet.

Selama masa jabatannya yang panjang, Nazarbayev memusatkan perhatian pada reformasi ekonomi sambil menolak langkah-langkah untuk mendemokratisasi sistem politik. Kritikus menuduhnya korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas, serta memupuk kultus kepribadian.

Para pendukungnya mengatakan bahwa ia memelihara perdamaian dan stabilitas antar-etnis selama reformasi pada 1990-an, dan memuji dia atas pertumbuhan ekonomi negara yang mengesankan dalam dekade pertama milenium baru. Sejak kemerdekaan setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, investasi besar di sektor minyak telah membawa pertumbuhan yang cepat.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...