Salahkan Umat Islam, Dubes Australia Sebut Senator Anning Sakit Jiwa

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:13 WIB

FAJAR.CO.ID–Australia mengklaim sebagai negara terbuka terhadap imigran mancanegara dari manapun. Buktinya, banyak imigran dari Eropa maupun Timur Tengah (Timteng) tahun 1970-an.

Duta Besar Australia, Gary Quinlan menyampaikan hal itu saat hadir di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019). Itu menanggapi pernyataan Senator Australia, Fraser Anning, dimana Anning menyatakan kejadian penembakan di Christchurch akibat migrasi umat islam dan kebijakan imigrasi pemerintah Selandia Baru.

“Dalam hal ini, kita memiliki sikap yang sama Australia adalah suatu negara yang begitu terbuka terhadap imigran mancanegara di mana saja, dari negara mana saja, ya banyak memang imigran dari Eropa, kemudian dari timteng di tahun 70-an, banyak itu dari Lebanon, dari Suriah,” ungkap Quinlan.

Belajar dari sejarah kata dia, sekitar 20-30 ribu orang Afghanistan dibawa dengan untanya. Dengan untanya itu, 30 ribu pada abad ke-17 ke Australia, dan mereka membangun infrastruktur di Australia pada saat penduduk Australia aborigin masih jadi predator.

Karena itu, Australia menegaskan tindakan senator Anning juga dikecam masyarakat di negaranya sendiri, terlebih Anning muncul sebagai Senator dari kelompok ekstrem.

“Mereka ini bergabung dengan kelompok yang bernama sayap kanan (right wing), yang adalah sebuah organisasi dan partai politik yang anti imigran di Australia. Mereka itu sebetulnya adalah kelompok-kelompok manusia yang secara kejiwaan sakit,” tandasnya. (rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.