Tarif MRT dan LRT Akan Dihitung Per Km, Anies: Rata-rata Rp 1.000

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menentukan tarif untuk moda transportasi baru, MRT dan LRT Jakarta nampaknya bukan hal yang mudah. Pembahasan antara Pemprov DKI Jakarta dengan legislatif pun berjalan alot dan terus mengalami penundaan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai dengan perhitungan dan diskusi dengan berbagai usulan, tarif MRT nantinya akan didasarkan pada jarak per kilometer.

“Tarif sedang finalisasi di dewan, tapi arahnya adalah perhitungannya berbasis kilometer. Dari situ nanti akan ditentukan tarif antar stasiun,” jelas Anies di Jakarta, Selasa (19/3).

Sehingga nantinya setiap penumpang akan berbeda tarif yang harus dibayar. Semuanya disesuaikan dengan jarak tempuh yang dilaluinya. Sama halnya dengan perhitungan tarif di commuter line.

“Nanti akan ada harga-harga per jarak. Jadi tarifnya itu bukan satu tarif untuk seluruh, beda-beda. Naik di Lebak Bulus turun Blok M, beda dengan naik Lebak Bulus turun di Bundaran HI,” paparnya.

Namun untuk kisaran atau bocoran pasti tarif, Anies mengaku belum mau buka-bukaan sebab pembahasan masih berjalan di DPRD DKI. Bahkan rute Bundaran HI dan Lebak Bulus ini pun dinyatakan mendapatkan perkiraan Rp 1.000 per killometer.

“Nanti sesudah diketok di dewan. Kurang pantas dari saya menyebut angka sebelum disepakati bersama di dewan. Tinggal disepakati saja. Penghitungannya sudah ada lengkap. Jadi hitungannya rata-rata kira-kira seribu rupiah per kilometer. Rata-rata tuh,” pungkasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...