Terdakwa Kasus Tambang Emas, LKBHMI: Hukum Berat Jemis Kontaria

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar mendesak pihak Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan hukuman berat terhadap Jemis Kontaria.

Aksi yang dilakukan LKBHMI di kantor Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (20/3/2019) untuk mengawal perkara penambangan emas ilegal yang menjerat tiga orang terdakwa salah satunya pemilik toko emas di Makassar, Jemis Kontaria.

Direktur LKBHMI Cabang Makassar, Juhardi mengatakan bahwa, kejahatan yang dilakukan terdakwa tergolong dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan sangat merugikan negara dari sektor pajak dan dapat berulang terjadi. Karena hingga saat ini terdakwa masih menjalani usaha yang masih berhubungan dengan emas.

“Selain itu, kegiatan penambangan emas ilegal yang dilakoni terdakwa jelas berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan ancaman kesehatan bagi masyarakat lokasi tambang dan pekerjanya. Sehingga sangat patut Hakim mempertimbangkan hal tersebut untuk memberikan hukuman setimpal bagi terdakwa,” terang Juhardi.

Juhardi meminta kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman berat terhadap terdakwa dan mengabaikan tuntutan ringan dari Jaksa Penuntut Umum yang dinilai mencederai supremasi penengakan hukum dengan tidak mempertimbangkan dampak dari kegiatan pertambangan ilegal yang diperbuat oleh terdakwa, Jemis Kontaria bersama Darwis dan Amiruddin yang disidangkan terpisah.

“Tuntutan ringan JPU yakni 1 tahun jelas tidak rasional dan sama sekali tak mempertimbangkan dampak yang telah ditimbulkan dari kejahatan yang dilakoni terdakwa,”bebernya.

“Selain kejahatan dengan sadar dilakukan berulang, salah seorang terdakwa, Jemis Kontaria juga sebagai pemberi sarana atau fasilitas sehingga kejahatan ilegal mining (penambangan emas ilegal) terjadi. Yah terdakwa Jemis Kontaria inilah menurut kami aktor intelektualnya,” ungkap Juhardi. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...