Uang dari Laci Menag Terkait Kasus Romahurmuziy

Rabu, 20 Maret 2019 - 10:28 WIB

FAJAR.CO.ID–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, barang bukti yang disita penyidik dari pengeledahan ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, semuanya berkaitan dengan kasus dugaan suap mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, KPK mempersilakan jika ada pihak yang beropini bahwa uang itu adalah dana operasional menteri Agama. “Kami duga semuanya terkait penanganan perkara. Nanti akan kami telusuri satu persatu bukti-buktinya, klarifikasi-klarifikasinya dan informasi-informasi lain yang relevan,” ungkap Febri, Rabu (20/3/2019).

Febri menegaskan, KPK tak akan masuk penilaian publik terkait penanganan perkara ini. Sebab, pihaknya selalu bicara dan fokus bukti-bukti terkait kasus hukum yang sedang berjalan.

Diketahui, usai menggelar penggeledahan, KPK sudah menghitung uang yang disita dari ruang kerja Menag, Lukman Hakim pada Senin (18/3). Uang itu berjumlah Rp180 juta dan USD30 ribu.

Dalam kasus ini, ada 3 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Mereka ialah Romi sebagai tersangka penerima serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka pemberi.

Romi diduga menerima suap Rp300 juta dari Muafaq dan Haris. Uang itu diduga diberikan keduanya agar Romi yang merupakan anggota DPR dan eks Ketua Umum PPP, membantu proses seleksi mereka untuk jabatan yang saat ini diduduki.

Sebelumnya, terkait uang di ruangan Lukman tersebut, Wapres Jusuf Kalla (JK) angkat bicara. JK menilai keberadaan uang itu wajar sebagai dana operasional menteri.

“Lazim dong, selalu ada namanya kas kecil (di ruang kerja) iya kan. Dan menteri itu juga ada dana operasionalnya, dan itu kas dana operasionalnya (menteri),” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

Menag, Lukman Hakim juga sudah angkat bicara soal penggeledahan di kantornya. Dia menyatakan mendukung proses hukum yang dilakukan KPK. “Saya clear, bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK, kepada seluruh aparat penegak hukum,” pungkas Lukman di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3). (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.