Digarap KPK 5 Jam, Begini Penjelasan Sekjen DPR Indra Iskandar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar rampung menjalani proses pemeriksaan yang memakan waktu hampir lima jam. Dia diperiksa oleh penyidik terkait kasus suap yang membelit legislator Sukiman.

Sukiman saat ini merupakan salah satu tersangka dalam kasus pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan 2018 untuk Kabupaten Arfak, Papua Barat.

Saat hendak meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indra sempat berkomentar terkait pemeriksaan yang telah dijalaninya.

"Saya dimintai keterangan oleh penyidik untuk mengonfirmasi Sukiman. Apakah beliau itu benar anggota DPR? Apa beliau itu benar anggota komisi XI? apakah benar beliau itu di badan anggaran?" ucapnya di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Selain itu, Indra mengaku dicecar penyidik terkait dokumen-dokumen yang sempat disita tim KPK saat mengeledah kediaman Sukiman di Kalibata, beberapa waktu lalu.

Penggeledahan itu dilakukan KPK saat penyidikan kasus anggota DPR Amin Santono. Hasil penggeledahan saat itu berupa dokumen anggaran daerah. Antara lain risalah-risalah rapat di komisi XI dan di Badan Anggaran (Banggar) antara periode tahun 2016 sampai 2017.

"Isi pertanyaan penyidik juga tidak banyak, hanya memastikan beberapa hal berkaitan dengan peraturan dewan nomor 1 tahun 2015 tentang etika dewan jadi di pasal 3 dan 4 menyangkut perilaku anggota dewan," jelasnya.

Lebih lanjut, Indra juga menuturkan ada sekitar 12-13 pertanyaan yang ditanyai penyidik kepadanya. Yang kebanyakan, kata Indra mengenai perilaku anggota dewan yang sesuai hukum etik bernomor 1 tahun 2015, pasal 3 dan 4.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...