PDIP Sebut Kenaikan Elektabilitas Prabowo-Sandi Hasil Kampanye Hoaks

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menanjak hingga 4 persen, sebagaimana hasil survei Litbang Kompas, dituding sebagai hasil dari kampanye hoaks penantan petahana ini.

Meski naik, pengusung Jokowi-Ma’ruf yakni PDIP heran dengan kampanye hoaks dari kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang hanya menaikkan elektabilitas 4 persen selama enam bulan ini.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, harusnya elektabilitas Prabowo – Sandi naik signifikan mengingat selalu menari serta menggunakan metode strategi pemenangan yang diimpor dari asing seperti fire hose of false hood.

“Bayangkan saja, dilengkapi dengan fitnah dan hoaks, Prabowo- Sandi hanya mampu naik 4 persen dalam waktu enam bulan, dan sekarang tinggal 26 hari, maka kami opsimistis Jokowi-KH Maruf Amin menang semakin tebal. Elektoral PDIP yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi – KH Maruf Amin. Terlebih kami bersama Parpol KIK lainnya seperti Golkar, PKB, PPP, dan lain-lain memiliki basis kultural dan tradisisional yang kuat,” kata Hasto, Kamis (21/3/2019).

Karena itu, Hasto meminta seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai pendukung terus berjuang semakin militan. Juga mengimbau kadernya tidak terlena dengan hasil survei Litbang Kompas yang menempatkan PDIP 26,9 persen.

“PDIP sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi – KH Ma’ruf Amin kuat, efektif, dan solid. Karena itulah dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi nomor 2, mengalahkan Gerindra, dan PKB nomor 3,” kata dia.

Hasto juga menerangkan, pihaknya juga akan meningkatkan kerja sama agar elektoral seluruh parpol KIK bisa meningkat. Momentum Gerindra untuk turun drastis terbuka lebar karena mengandalkan efek ekor jas, tanpa dukungan kekuatan teritorial.

“Dengan demikian kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan. Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak HTI yang berada di belakang Prabowo – Sandi,” kata dia.

Survei Litbang Kompas ditempatkan sebagai hasil bawah kemenangan Jokowi – KH Maruf Amin sebesar 56,8 persen sebagai target pesimistis. “Sementara target realistis adalah 63,4 persen,” tandas dia. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...