Setiap Pemuda yang Akan Menikah Wajib Tanam 100 Bibit Pohon Kopi

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:57 WIB

FAJAR.CO.ID — Produksi kopi di Luwu dan Luwu Utara sangat tinggi. Terutama produk kopi arabika dan robusta.
Kepala Dinas Pertanian Luwu, Andi Pangerang, mengatakan, geliat tanaman kopi di Luwu sangat bagus.

”Produksi kopi arabika dan robusta di daerah pegunungan Luwu sangat bagus pertumbuhannya,” kata Pangerang.

Daerah penghasil kopi di Luwu berada di Latimojong, Bastem, dan Bastem Utara. Produksi kopi menggeliat. Mantan Bupati Luwu, HA Mudzakkar sudah membangun pabrik kopi.

Setiap pemuda yang menikah wajib tanam 100 bibit pohon kopi. Itu diatur dalam perdes. Apalagi, Luwu memiliki brand kopi bisang.

Andi Pangerang menyambut baik rencana pengadaan akademi kopi di Sulsel.

Kadis Pertanian Luwu Utara, Agussalim, mengakui kopi di Seko, Rampi, dan Limbong lagi menggeliat. Ada arabika dan robusta. Kopi robusta paling diminati.

Rasanya lebih spesifik. Setiap tiga pekan pedagang kopi dari Toraja datang beli kopi di Seko. Akses jalan ke Seko membuat harga kopi di daerah pegunungan ini sangat murah.

Lahan yang disiapkan tanam koli sebanyak 23 ribu hektare. Produsen kopi dari kapal api yang datang membeli kopi di Seko.

Produksi kopi arabika mencapai 359,13 ton, dan robusta mencapai 764,68 ton. Produksinya setiap tahun. Dia menyambut baik rencana akademi kopi di Sulsel. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.