PM Selandia Baru Ikut Dengar Khutbah dari Hagley Park

Jumat, 22 Maret 2019 - 10:24 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID–Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, Selandia Baru pada Jumat (22/3/2019). Termasuk Perdana Menteri (PM), Jacinda Ardern. Dia mengenakan hijab hitam, sama saat mengunjungi Christchurch pertama kalinya setelah aksi teror pada Jumat lalu.

Pada kesempatan itu, Ardern menyapa para hadirin khususnya umat Islam yang akan melaksanakan salat Jumat. “Menurut Nabi Muhammad, orang-orang percaya kebaikan, belas kasih, dan simpati seperti satu tubuh. Ketika ada bagian tubuh yang menderita, seluruh tubuh merasakan sakit. Selandia Baru berduka, kami adalah satu,” kata Ardern seperti dikutip The Guardian.

Setelah sambutannya, azan pun berkumandang dengan lantang. Azan disiarkan di seluruh negeri di radio dan televisi. Kemudian keheningan dua menit secara nasional dimulai.

Setelah itu, khotbah disampaikan Imam Masjid Al Noor, Gamal Fouda. Dia mengatakan, umat Islam patah hati namun tidak hancur.

“Saudara dan saudari dalam Islam, saudara dan saudari dalam kemanusiaan, saudara dan saudari di Selandia Baru. Jumat lalu, saya berdiri di masjid ini dan melihat kebencian dan amarah di mata teroris yang membunuh 50 orang, melukai 42 orang, dan menghancurkan hati jutaan orang di seluruh dunia,” katanya.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya melihat cinta dan kasih sayang di mata ribuan sesama warga Selandia Baru dan sesama manusia dari seluruh dunia.”

Dia mengatakan, teroris berusaha untuk menghancurkan bangsa kita dengan ideologi jahat. Namun sebaliknya, warga Selandia Baru telah menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dipecah belah. Dunia dapat kita jadikan sebagai contoh cinta dan persatuan.

“Kami patah hati tetapi kami tidak hancur. Kami bertekat untuk tidak membiarkan siapa pun memecah belah kami.” (jp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.