5 Masjid Dihancurkan Jendelanya dengan Palu di Birmingham

Jumat, 22 Maret 2019 - 08:48 WIB
Pengrusakan masjid di Birmingham, Inggris/SWNS/Screeshot

FAJAR.CO.ID, BIRMINGHAM—Polisi anti-terorisme di West Midlands sedang menyelidiki serangan terhadap lima masjid di Birmingham yang terjadi semalam. Gambar-gambar diedarkan di media sosial memperlihatkan kaca jendela pecah di Masjid dan Pusat Komunitas Muslim di Aston.

Petugas dipanggil pada pukul 2.32 pagi pada hari Kamis waktu setempat setelah laporan serangan terhadap sebuah masjid di Birchfield Road di Birmingham, kata Polisi Midlands Barat. Petugas juga memeriksa serangan di masjid kedua di Slade Road, Erdington, pukul 3.14 pagi.

Patroli kemudian menemukan kerusakan lebih lanjut di Witton Road, Aston, dan di Broadway di Perry Barr. Pasukan itu mengatakan petugas forensik bekerja untuk mengidentifikasi bukti dan CCTV. Anggota dewan lokal mengutuk insiden di media sosial sebagai ‘mengejutkan’ dan ‘mengganggu’.

Anggota kabinet Dewan Kota Birmingham Waseem Jaffar mengatakan insiden ini sangat mengejutkan dan mereka mempelajari tentang serangan terhadap Masjid di lingkungan Aston dan Erdington yang berdekatan. “Kami akan melawan balik setiap kebencian dan perpecahan dengan cinta, kedamaian dan harmoni,” tegasnya.

Anggota masyarakat setempat menyapu pecahan kaca dari trotoar saat matahari terbit pada hari Kamis. Petugas lingkungan bekerja sama dengan masjid di sekitar West Midlands melakukan aksi pembersihan ini, kata polisi.

Polisi West Midlands dan Unit Penanggulangan Terorisme West Midlands belum menetapkan motif. Kepala Polisi West Midlands, Constable Dave Thompson mengatakan: “Sejak peristiwa tragis di Christchurch, Selandia Baru, petugas dan staf dari Polisi West Midlands telah bekerja sama dengan para mitra agama kami di seluruh wilayah untuk menawarkan jaminan dan dukungan di masjid, gereja dan tempat doa. Saat ini kami tidak tahu motif serangan semalam.”

“Apa yang bisa saya katakan adalah bahwa pasukan dan Unit Penanggulangan Terorisme bekerja berdampingan untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab,”  lanjutnya.

Seorang juru bicara MCB mengatakan: “Sangat mengejutkan melihat bagaimana seseorang telah memilih menggunakan palu godam untuk menyerang masjid dan bahkan sekolah anak perempuan Muslim.”

Ini terjadi hanya beberapa hari setelah pembantaian mengerikan di Selandia Baru. “Kami akan mengulangi pesan kami tentang kewaspadaan dan penjagaan terhadap masjid di seluruh negeri, dan berharap pasukan polisi dan pemerintah tidak hanya mengenali tingkat ancaman di seluruh negeri, tetapi bekerja dengan kelompok-kelompok Muslim untuk membantu menangani Islamofobia di mana pun itu terjadi,” tegasnya. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.