Indomaret Ini Ternyata Dirampok oleh Dua Karyawannya Sendiri

Jumat, 22 Maret 2019 - 08:46 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP lokasi perampokan. (RmolJateng)

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap perampokan Indomaret di Jalan Ngesrep Timur V, Banyumanik, pada Rabu (20/3) dini hari lalu.

Empat orang tersangka berhasil dibekuk kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tiga di antaranya adalah karyawan Indomaret yang dirampok tersebut.

Mereka berinisal Dn, Rn dan Sb. Satu tersangka lain bernama Iv merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. Keempatnya ditangkap oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang bersama Unit Reskrim Polsek Banyumanik pada Rabu (20/3) malam.

“Tersangka ada lima orang tetapi baru tertangkap empat. Satu orang masih buron, inisial Rd. Dari empat tersangka itu tiga orang ternyata karyawan Indomaret yakni dua karyawan yang bertugas malam itu (Dn dan Rn) serta satu orang bernama Sb yang ikut masuk dengan memakai jaket hitam dan helm,” kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli, seperti dilansir rmoljateng.com, Kamis (21/3).

Retno menambahkan, penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik Unit Reskrim melakukan olah TKP dan meminta keterangan dua karyawan, Dn dan Rn, yang melapor ke Polsek Banyumanik.

“Dua karyawan melaporkan kejadian perampokan ke Polsek dengan kerugian Rp50 juta. Lalu anggota datang ke lokasi dan mengecek CCTV. Dari rekaman CCTV itu terlihat ada salah satu tersangka memakai jaket hitam tetapi di dalamnya memakai seragam Indomaret,” tuturnya.

Temuan itu kemudian dikembangkan dengan hasil keterangan dua saksi. Saat diperiksa, keterangan keduanya terdapat kejanggalan. Keduanya mengaku melepaskan ikatannya masing-masing menggunakan gunting padahal gunting hanya ada satu.

“Awalnya dua karyawan itu diperiksa sebagai saksi tapi setelah dikonfrontir terdapat kejanggalan. Kami kroscek dengan bukti lain yang disita dari dua karyawan itu. Akhirnya mereka mengaku,” jelas Retno.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp33,6 juta, ponsel, sepeda motor Satria FU warna merah hitam, dan barang bukti lain.

“Uang yang dilaporkan memang Rp50 juta, tetapi yang kami sita Rp33,6 juta. Kami masih kembangkan kasus ini termasuk apakah sudah direncanakan atau tidak,” pungkasnya.

 

Direncanakan

 

Perampokan yang terjadi di Indomaret itu sendiri diduga sudah direncanakan. Pengancaman dengan senjata tajam dan mengikat dua karyawan yang bertugas diduga juga bagian dari rekayasa para tersangka yang telah di skenario selama dua hari.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli mengungkapan, dari pemeriksaan awal terhadap dua karyawan yang melapor sudah ditemukan kejanggalan. Hal itu diperkuat dengan riwayat komunikasi jejak digigal yang terdapat dalam ponsel tersangka Dani.

“Adanya kejanggalan keterangan Dn dan Rn saat diperiksa sebagai saksi, kami menyita HP milik Dn. Di situ ada percakapan dengan orang lain yang diduga perencanaan aksi pada waktu yang ditentukan. Dari riwayat percakapan itu juga diduga perampokan sudah direncanakan dua hari sebelumnya,” beber Kapolsek.

Retno menjelaskan, pada saat kejadian, dua karyawan Indomaret bernama Dn dan Rn sedang bertugas. Sekitar pukul 02.30 datang tiga orang tidak dikenal. Dua orang yang belakangan diketahui bernama Sb dan Iv masuk ke dalam Indomaret.

Keduanya mengenakan jaket dan helm serta membawa senjata tajam. Sementara satu orang lainnya yang masih buron menunggu di luar.

“Dua orang yang masuk itu salah satunya karyawan Indomaret, namanya Sb. Keduanya mengancam dengan sajam dan mengikat Dn dan Rn. Pengancaman dan pengikatan itu diduga juga sudah direkayasa,” ungkapnya.

Hal lain yang ditemukan penyidik adalah adanya percakapan melalui ponsel yang menyebutkan agar rekaman CCTV tidak diberikan kepada polisi.

“Tersangka Sb itu seharusnya bertugas malam tetapi bertukar jam kerja dengan Rn. Jadi ada kerjasama antara karyawan Indomaret dengan tersangka lain,” jelas Retno.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa di Indomaret Jalan Ngesrep Timur V tersebut sudah beberapa kali menjadi sasaran aksi perampokan. Aksi pada Rabu (20/3) dini hari lalu merupakan yang ketiga kalinya. Terkait hal itu polisi belum dapat memastikan apakah empat orang yang ditangkap tersebut ada kaitannya dengan dua kejadian sebelumnya.

“Iya memang sudah tiga kali. Masih dikembangkan apakah dua aksi lain itu tersangkanya sama atau tidak,” pungkasnya. (rmoljateng/radarpekalongan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.