Makassar Darurat Narkoba, Ini Lokasi Sebaran Daerah Rawan

0 Komentar

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR — Makassar masih tergolong sebagai daerah darurat narkoba. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel memetakan hingga enam lokasi yang menjadi titik merah peredaran narkoba jenis sabu-sabu.
Kabid Pemberantasan BNNP Sulsel, AKBP Ustim Pangarian menyebutkan, sebagian besar masih merupakan lokasi yang dipantau timnya. Misalnya Sapiria (Panampu), Pampang, Maccini, Kerung-kerung, dan Mapala.
Tambahannya hanya area Jalan Tinumbu, yang dianggap mengalami peningkatan signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba. Sementara daerah lainnya hanya dikategorikan sebagai titik-titik kuning karena tidak ada peredaran besar, hanya pengguna.
“Sebenarnya, itu bisa dibilang daerah rawan atau titik merah yang masuk dalam pantauan BNN karena peredaran besar yang melibatkan bandar. Malah, kita sudah kantongi nama-nama besar di wilayah disitu. Tinggal menunggu waktu saja,” tegasnya, Jumat, 22 Maret.
Daerah itu menjadi fokus utama pemantauan timnya. Hal itu untuk mengendalikan peredaran lebih masif. Terlebih, peredaran narkoba itu sudah melibatkan remaja atau anak-anak di bawah umur.
Kendati demikian, BNN juga mewaspadai area-area “hijau” yang tak terdaftar sebagai wilayah rawan. Pasalnya, para pengedar terkadang memanfaatkannya sebagai lokasi transit atau persinggahan barang.
Ustim mencontohkan, pernah mendapati bandar menyimpan barangnya di salah satu perumahan Makassar, Nusa Tamalanrea Indah (NTI). “Bahkan ada laporan-laporan juga di beberapa perumahan juga seperti itu,” imbuhnya. (mam)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment