Orangtuanya Ditahan, Penghafal Alquran Ini Curhat ke Wali Kota Parepare di Medsos

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:14 WIB
FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Muhammad Amin Hasbar, tak rela ayahnya, Made Hasan Paewa, ditahan polisi karena menegur seorang pria di tempat wudu. Amin yang juga hafiz atau penghafal Alquran ini kemudian protes.
Dia mengirimkan surat terbuka ke Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, supaya ayahnya mendapat keadilan. Surat terbuka itu diposting di media sosial. Juga menuliskan kronologisnya hingga ayahnya dijadikan tersangka dan ditahan.
Kasus ini berawal pada 29 Januari 2019 ketika Made Hasan Paewa sedang mengerjakan bangunan di Masjid At Taufiq, Jl Lasinrang. Saat Hasan, sapaannya sedang bekerja, dia melihat ada seorang pria yang diketahui bernama Arifin di tempat wudu wanita.
“Bapakku menegur, karena tempat itu baru saja dibersihkan, apalagi itu tempat wudu perempuan masa dipakai untuk buang air,” beber Amin.
Tidak terima ditegur, pria tersebut lalu melepas sandal yang dikenakan. Pria itu mendatangi Hasan yang sudah kembali bekerja. Tetapi Arifin naik pitam sehingga memukul Hasan tiga kali.
“Kena kepalanya bapakku sampai bengkak. Bapakku membalas sekali tapi kena matanya dan luka dan ada darah sedikit. Sempat ditenangkan warga, namun Arifin sempat melempar segelas air ke bapakku,” terangnya.
Terpisah, Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi, membenarkan adanya penahanan terhadap Hasan. Pria membeberkan polisi sudah bertindak sesuai dengan fakta hukum di lapangan. Kata Budi, perlu diketahui bahwa sebenarnya korban Arifin ini sudah tua umurnya 77 tahun, dia memang mengakui sempat memukul tersangka terlebih dahulu.
“Namanya pukulan orang tua. Tetapi dibalas tersangka Hasan sehingga luka robek pada bagian dekat mata korban. Mata korban sempat dirawat di RS. Kemudian ada laporan dan bukti visum yang menguatkan. Soal pengajuan penahanan tidak ada kami terima dari keluarga tersangka,” bebernya. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.