Pacu Produktivitas Karyawan Milenial dengan Lingkungan Kerja Inspiratif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Memiliki lingkungan kerja yang nyaman dan mampu menjadi tempat untuk mengembangkan diri, merupakan idaman hampir seluruh karyawan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut harus ada komitmen tinggi dari perusahaan.

Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia, berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memiliki 63 juta milenial (rentang usia antara 20 hingga 35 tahun) yang merupakan usia produktif. Tentunya milenial memiliki peran yang besar pada era bonus demografi.

Generasi ini dikatakan akan memegang kendali atas roda pembangunan yang diharapkan dapat membawa Indonesia menuju ke arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis. Bonus demografi tersebut memang membawa manfaat yang besar bagi sebuah negara. Untuk itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang memiliki nilai lebih bagi generasi ini.

Terkait lingkungan kerja, ada empat hal yang diharapkan pekerja muda khususnya milenial dan Gen Z menurut hasil survey Deloitte Millennial 2018 yaitu; to be more diverse, flexible, nurturing of and generous. Empat hal ini adalah kunci perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang dapat membuat generasi milenial dan generasi Z lebih produktif.

Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan bahwa setiap perusahaan memiliki budaya kerjanya masing-masing. Budaya kerja di Amar Bank merupakan gabungan dari budaya kerja perusahaan rintisan (startup) dan budaya kerja perusahaan atau organisasi besar, walaupun lebih mirip dengan startup.

“Bisa dikatakan, budaya kerja yang kami terapkan seperti budaya kerja sebuah startup. Mengapa demikian, karena pada umumnya sebuah perusahaan atau organisasi besar lebih fokus terhadap kesenjangan (gap) kinerja dan sudah memiliki standar tersendiri yang harus dipertahankan,” jelas Vishal di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (21/3).

Sedangkan disini, lanjut ia yang menjadi fokus perusahaan adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya menjadi ‘tampilan’ saja melainkan menjadi ‘pola pikir’.

“Beberapa karakteristik yang dapat diunggulkan dari pola pikir ini adalah kemampuan untuk melakukan eksperimen dan berani mengambil resiko,” kata Vishal.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...