Rusunawa di Solo Hanya Boleh Ditempati Maksimal 5 Tahun, Ini Alasannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SOLO – Pemkot Solo mulai memberlakukan kebijakan baru terkait masa tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Para penghuni bisa tinggal di rusunawa maksimal selama lima tahun. Jika batas waktu itu sudah habis, mereka diminta meninggalkan rusunawa agar bisa ditempati orang lain yang juga membutuhkan tempat tinggal.

Kepala UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Solo Iswan Fitradias Pengasuh menjelaskan, kebijakan ini sesuai dengan Perwali Nomor 12 tahun 2016 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa. Hal ini ditujukan agar warga tidak selamanya menempati Rusunawa. Mengingat, Rusunawa tersebut hanya diperuntukkan bagi warga yang belum mempunyai rumah sehat.

“Maksimal bisa menempati lima tahun saja, jadi setelah itu warga diminta meninggalkan rusunawa,” urainya, Jumat (22/3).

Dengan kebijakan ini warga bisa menyiapkan hunian baru selama lima tahun menempati rusunawa. Masa lima tahun dinilai sudah cukup bagi warga untuk mencari tempat tinggal baru. Dengan memiliki rumah sendiri dan tidak tinggal di Rusunawa, maka warga dianggap sudah mengalami peningkatan dalam perekonomian.

“Kami harapkan ada peningkatan kesejahteraan warga selama menempati rusunawa. Salah satunya dengan memiliki hunian baru setelah menempati rusunawa. Rusunawa ini hanya sebagai batu loncatan agar warga bisa menabung untuk membeli hunian sendiri,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Disperum dan KPP, saat ini ada 855 kamar rusunawa yang ditempati warga. Itu belum termasuk rusunawa Mojosongo blok C dan D yang saat ini masih dalam masa pemeliharaan.

Sejumlah rusunawa yang ada di Solo tersebar di lima kecamatan. Di antaranya Semanggi, Kerkov, Mojosongo, Panularan, Putri Cempo dan Rumah deret. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...