112 Orang Tewas, 11.556 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Bandang Sentani

0 Komentar

Lokasi Banjir Bandang Sentani. Sebanyak 11.556 orang mengungsi dan 112 orang tewas akibar bencana ini. (dok. BNPB)

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, mencapai 112 orang. Jumlah tersebut terdiri atas wilayah kabupaten dan kota Jayapura.

“112 orang meninggal dunia, Kabupaten Jayapura 105 orang meninggal dunia, Kota Jayapura tujuh orang meninggal dunia,” ujar Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (22/3).

Selain itu, sebanyak 107 orang luka berat, 808 orang luka ringan, dan 94 orang hilang. Sementara 11.556 jiwa dari 3.011 KK mengungsi di 28 titik pengungsian.

Di samping korban jiwa, dampak kerusakan bencana alam tersebut yakni 375 rumah rusak berat, empat jembatan rusak berat, lima tempat ibadah rusak berat, delapan sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat, serta satu pasar rusak berat.

Dia menuturkan, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) lalu itu disebabkan oleh hujan deras di wilayah pegunungan Cycloops yang sudah gundul sehingga mengakibatkan banjir bandang di wilayah Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

Sutopo menyebutkan, BNPB telah menyalurkan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat sebesar Rp 1,5 miliar. Dengan rincian yaitu BPBD Provinsi Papua Rp 250 juta, BPBD Kota Jayapura Rp 250 juta, dan BPBD Kabupaten Jayapura Rp 1 miliar.

Pemerintah daerah yang berwenang telah mengambil kebijakan untuk menangani bencana tersebut. Adapun masa tanggap darurat ditetapkan paling lama selama dua minggu pascakejadian.

“Gubernur Papua telah menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari, Bupati Jayapura telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, Wali Kota Jayapura telah menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari,” terang dia.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...