AHY: Banyak Hubungan Keluarga Rusak Karena Beda Pilihan Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pesta akbar pemilu 2019 tak semuanya berdampak positif bagi kehidupan bangsa. Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemukan telah terjadi polarisasi yang begitu kental di tengah masyarakat.

Belakangan ini, memilih pasangan capres-cawapres kerap dilandasi oleh alasan yang tidak subtantif. Faktor program yang ditawarkan oleh kandidat sudah tidak lagi menarik bagi sejumlah masyarakat untuk menentukan arah suaranya.

“Sering saya mendapatkan kesan bahwa kontestasi khususnya dalam pilpres, itu argumentasi atau alasan memilih itu jauh dari subtansi. Padahal dalam election kita berharap ada kontestasi dalam hal gagasan,” ujar AHY di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Efeknya tentu tidak baik. Banyak pergesekan mulai terjadi. Perpecahan masyarakat menjadi berkubu-kubu pun tidak bisa dihindari. Setiap kelompok menganggap pihaknya berada di pilihan paling tepat dengan kandidat yang dipilihnya.

“Lagi-lagu berurusan dengan identitas, ideologi, begitu. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Dan ini sudah terjadi di sana sini, terjadi perseteruan bahkan perpecahan, persahabatan rusak, bahkan hubungan keluarga juga rusak, hanya karena berbeda pilihan politiknya,” sambung AHY.

Atas dasar itu, putra sulung Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meminta agar praktik seperti ini segera dihentikan. Marwah pemilu yang memilih pemimpin berdasarkan program atau gagasan harus dipulihkan.

Jika tidak, masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara bisa menjadi taruhan.

“Kalau ini tidak dicegah, ini bisa diturun-temurunkan ke anak cucunya. Dan pada akhirnya menjadi bom waktu yang kita semua akan sangat menyesal karena harga persatuan di negeri kita terlalu mahal jika harus dirusak karena pemilu yang sifatnya hanya temporer,” tandas AHY.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment