Anies SebutTarif MRT Rp 1.000 Per Km, Taufik: Lihat Kemampuan Warga

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:37 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kisaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang sempat dicetuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritik habis oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. Menurutnya, hal ini tidak berpihak pada rakyak kecil.

Diketahui, Anies sebelumnya menyatakan bahwa tarif MRT Jakarta akan dihitung per stasiun ke stasiun tujuan. Bahkan, dia sempat memperkirakan akan menargetkan Rp 1.000 untuk per kilometernya.

“Apakah tarif yang dibicarakan itu meringankan masyarakat? Atau malah justru memberatkan masyarakat? Makanya kita harus mengadakan survei. Harus lihat dulu kemampuan masyarakat membayar,” ucap Taufik saat dihubungi, Sabtu (23/3).

Sebagaimana diketahui, MRT Jakarta fase 1 memiliki 13 stasiun transit yang terdiri dari tujuh stasiun layang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja Asean.

Lalu enam stasiun bawah tanah, yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI. Total rute MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI sekitar 16 kilometer.

“Agak susah kalau perhitungannya begitu, bagaimana kalau dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, itukan 13 Stasiun. Berarti Rp 13.000, berat. Kalau perkilometer berarti Rp 16.000 dong. Makanya kami mau kaji dahulu APBD dan masyarakatnya,” tandasnya

Sebagai informasi, tarif MRT Jakarta tak kunjung ditetapkan hingga saat ini. Padahal Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan MRT Jakarta besok (24/3). Penetapan tarif yang molor membuat operasional komersil mundur menjadi April mendatang.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *