Ini Daftar Menteri yang Akan jadi Jurkamnas Jokowi-Ma’ruf

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:28 WIB

Sejumlah menteri Kabinet Kerja, salah satunya yakni Hanif Dhakiri, turut menjadi Jurkamnas Kampanye Kabar Jokowi-Ma’ruf Amin, mulai Minggu (24/3). (Dedi Yondra/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin bakal mengawali kampanye akbar di Banten. Dalam kampanye akbar itu, Jokowi-Ma’ruf bakal dibantu oleh juru kampanye nasional (jurkamnas).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengatakan, sebanyak 5.320 jurkamnas akan membantu Jokowi-Ma’ruf. Jurkamnas dikerahkan di zona-zona yang telah ditentukan oleh KPU.

“Jadi, jurkamnas ini yang akan kami kerahkan di semua wilayah,” ujar Hasto di Posko Cemara, Jakata, Sabtu (23/3).

Hasto menambahkan, menteri dari Kabinet Kerja yang menjadi ju‎rkamnas antara lain Sekretaris Kebinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutaanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

“Jadi, dari PDIP ada Pramono Anung, Puan Maharani, PKB diisi oleh Hanif Dhakiri, Nasdem ada Siti Nurbaya,” katanya.

Hasto menambahkan, menteri-menteri dari Kabinet Kerja yang bukan berasal dari partai politik (parpol) juga dipilih jurkamnas. Mereka nantinya bakal mengajukan cuti membantu kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Nanti akan disesuaikan jadwal kampanye, terutama pada Sabtu dan Minggu,” katanya.

Hasto mengatakan ada 17 provinsi yang bakal menjadi lokasi kampanye akbar. Sehingga tidak mungkin seluruhnya didatangi sendiri oleh Jokowi dan Ma’ruf Amin. Maka dibutuhkan adanya jurkamnas.

“Jadi, setidaknya perlu ada minimum 17 jurkamnas di saat bersamaan, sudah ada juga pembagian tugas,” ungkapnya.

Para menteri tersebut juga sudah dibagikan tugas membantu memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Seperti ada yang bertugas membangun harapan desa berkemajuan untuk menyasar petani, nelayan dan milenial.

Adapun ‎rapat atau kampanye akbar ini akan dilakukan oleh capres-cawapres bersama dengan partai pengusung mulai dari tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019. Kampanye akbar itu dilakukan di 17 provinsi di Indonesia.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.