Jokowi: Baru Kali Ini Saya Dipanggil Pak Kiai

Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:54 WIB

Presiden Joko Widodo saat bersilaturrahim ke Ponpes Darussalam Timur Watucongol, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/3). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAGELANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (23/3). Sambutan hangat mengiringi kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Baik dari santri maupun warga setempat.

Jokowi datang ke Ponpes Darussalam bersama rombongan Kabinet Kerja. Antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Turut mendampingi pula Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atiqoh.

Kedatangan Jokowi ternyata telah dinanti para warga dan santri setempat. Termasuk Pengasuh Ponpes Darussalam Timur Watucongol KH Agus Aly Qashyar. Pada kesempatan itu, Jokowi dan rombongan mendapat doa khusus dari Gus Aly.

“Semoga para pemimpin yang hadir di sini, pak presiden, pak menteri, pak gubernur dan semuanya, selalu diberikan kesehatan, kelancaran dan kesuksesan,” ucap Gus Aly yang diamini seluruh masyarakat yang hadir.

Gus Aly mengaku terharu dan sangat bangga dikunjungi para pejabat penting. Menurutnya, momen ini telah nanti bertahun-tahun lamanya. “Alhamdulillah, siang ini terkabul. Semoga pertemuan ini membawa berkah untuk semuanya,” harapnya.

Selanjutnya dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan politik tidak boleh menjadi penyebab adanya perpecahan.

Seperti dalam agendanya turun ke masyarakat, Jokowi menyempatkan diri untuk dialog dengan warga. Ia meminta perwakilan warga untuk maju menyampaikan aspirasi. Ada dua warga yang beruntung. Salah satunya Sugiyati, warga Sleman. Kepada Jokowi, ia curhat soal pendidikan anak-anaknya.

“Saya itu pedagang di pasar, pak. Anak saya kembar, sekarang sudah kelas 2 SMA. Sebentar lagi mau kuliah. Saya tidak punya biaya. Saya mohon dibantu, pak. Katanya sekarang ada Kartu Indonesia Pintar untuk mahasiswa (KIP-Kuliah)?” tanya Sugiyati.

Tak langsung menjawab, Jokowi lantas menanyakan penghasilan atau keuntungan Sugiyati dari hasil berdagang. Saat menjawab pertanyaan itu, Sugiyati malah membuat semua hadirin terbahak. “Antara Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu, pak Kiai,” jawab Sugiyati.

Dipanggil dengan sebutan kiai, Jokowi pun tergelitik. Bahkan Ganjar Pranowo ikutan terpingkal. “Baru kali ini saya dipanggil pak kiai,” canda Jokowi disambut tawa masyarakat.

Kembali ke pertanyaan Sugiyanti tadi. Jokowi mengiyakan jika memang sekarang ada KIP-Kuliah. “Iya, nanti kami luncurkan KIP untuk mahasiswa. Tapi tahun depan. Anak ibu sekarang kelas berapa?” tanya Jokowi sekali lagi memastikan. “(Kelas) dua, pak,” jawab Sugiyati.

“Ya pas berarti. Nanti lulus langsung bisa kuliah,” sahut eks Wali Kota Solo itu.

Sebelumnya, Jokowi mengunjungi Stadion Kridosono, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Tapi, Jokowi datang dengan kapasitasnya sebagai calon presiden untuk melangsungkan kampanye.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *