Ketua MPR Sebut Rawan Konflik di Pemilu Usai 17 April

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:48 WIB

FAJAR.CO.ID, LAMPUNG – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyebutkan, titik rawan konflik dalam Pemilihan Umum 2019 ini ada sesudah hari pencoblosan selesai. Terutama sekali, jika hasil pemungutan suara beda tipis.

“Saya tidak khawatir dari hari ini sampai 17 April nanti tetapi tanggal 20 itu yang saya khawatirkan. Jika hasilnga beda tipis dan keduanya mengklaim sama-sama menang,” jelasnya saat sambutan dalam acara Gathering di Swiss Bell Hotel, Bandar Lampung, Jumat (23/3) malam.

Untuk itu, kata Zulkifli, kecurangan dalam pemilihan umum harus dijadikan sebagai musuh bersama. “Karena syarat pemilu itu damai itu sebagaimana Pasal 22E ayat 1 UUD 1945 Amandemen bahwa¬†pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” jelasnya.

Baik itu kepada penyelenggara dan pihak kepolisian serta Tentara Negara Indonesia (TNI) untuk berlaku netral.

Hal ini juga berlaku untuk media mainstream yakni bermain sesuai dengan perannya. “Bolehlah berpihak (tetapi jangan seperti) tim sukses yang over,” tutur Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Karena bila mainstream berlaku seperti tim sukses maka yang terjadi, kata Zulkifli, publik akan lebih percaya media sosial. “Dan jangan salahkan media sosial bermanuver,” jelasnya.

Untuk itulah, dalam waktu yang tinggal puluhan hari ini, kata Zulkifli, sebaiknya media memberikan konten-konten yang lebih menyejukan. “Janganlah membuat provok,” ungkapnya. (RBA/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.