Tjahjo Ajak Masyarakat Perangi Racun Demokrasi

Sabtu, 23 Maret 2019 - 15:29 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjajo Kumolo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dinamika politik selalu dibumbui dengan sejumlah manuver. Tak jarang, ada yang menggunakan berbagai cara untuk meraih tujuannya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengistilahkannya dengan racun demokrasi. Efeknya bisa menghambat jalannya Pemilu 2019.

Pernyataanya tersebut diungkapkan dalam acara deklarasi bersama menjelang kampanye dan rapat umum Pemilu 2019. Acara dihadiri KPU, Bawaslu dan tim pasangan Jokowi-Ma’ruf serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Virus-virus demokrasi yaitu politik uang, kampanye berujar kebencian, SARA, hoaks dan fitnah,” ujar Tjahjo di Kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (23/3).

Oleh sebab itu Tjahjo mengajak kepada seluruh masyarakat bersama-sama melawannya. Jangan sampai virus itu merusak demokrasi yang saat ini sudah terbangun dengan baik.

“Itu racun demokrasi yang semua sepakat untuk dilawan, dan juga dihindari,” katanya.

Lebih lanjut Tjahjo mengatakan Bawaslu juga menjadi wasit dalam menhaga Pemilu ini tetap pada jalurnya. Misalnya ada pelanggaran
selesaikan dengan baik.

“Jadi Bawaslu ini sebagai wasit yang adil, dan kami menyerahkan semua kepada Bawaslu,” pungkasnya.

Adapun ‎rapat atau kampanye akbar ini akan dilakukan oleh capres-cawapres bersama dengan partai pengusung mulai dari tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019. Kampanye akbar itu dilakukan di 17 provinsi di Indonesia.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.