Jokowi dan Prabowo Diperingatkan Jangan Main Api

Minggu, 24 Maret 2019 - 17:45 WIB

Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia menggelar diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di Hotel Treval, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/3) (Ridwan/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia menggelar diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di Hotel Treval, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/3). Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh agama dan budayawan negeri ini.

Antara lain, mantan Ketua MK, Mahfud MD, dan beberapa tokoh agama diantaranya HS Delon, Jend Pol (Purn) Suroyo Bimantoro, Erros Djarot, Putu Setia, Romo Frans Magnus Susesno, Jaya Suprana, Romo Beny Susetyo, Pendeta Martin L Sinaga, Uung Sendana, Kyai Syarif.

Dalam kesempatan itu, anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Romo Benny Susetyo menyoroti situasi jelang pemungutan suara. Menurutnya situasi saat ini cenderung panas karena adanya berita-berita hoaks yang beredar.

Ia meminta untuk para pelaku penyebar hoaks untuk menghentikan aksinya itu, sebab menurut dia Indonesia sejak dulu masyarakatnya sudah biasa berbeda namun tetap rukun.

“Kita sudah biasa berbeda. Pancasila jadi rumah kita bersama tempat kita bermain. Rumah yang harus kita rawat,” ucapnya dalam diskusi di Hotel Treval, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/3).

Sementara itu, Perwakilan Komunitas Konghucu, Uung Sendana mengatakan Pemilu harusnya membuat suasana menjadi semangat untuk mewujudkan bangsa dan negara lebih baik lagi bukan malah sebaliknya. Menurutnya, beda pilihan itu hal yang wajar, tak perlu saling menjatuhkan disaat beda pilihan.

“Ini negara kita kok milih pemimpin kok terbelah. Orang tak lagi bisa melihat kebaikan padahal kita sama-sama anak bangsa Indonesia yang semestinya pada hakekatnya mencapai apa pendirian negara kita pada UUD Republik Indonesia,” ucap Uung.

“Pemilu itu menjaga semangat pendiri bangsa terus kita jaga dan kita wujudkan dalam berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Budayawan Eros Djarot menyatakan, saat ini Indonesia tidak memiliki seorang negarawan. Menurutnya yang ada saat ini hanya politisi yang orientasinya hanyalah sebuah kekuasaan.

“Negeri ini minus negarawan, yang ada kumpulan politisi pemburu kekuasaan sesaat. Saya ajak sudara Prabowo dan sudara Jokowi untuk mulai menyadari ‘dont play with fire’, itu saya peringatkan jangan bermain api,” pungkas Eros.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.