Kelompok Milenial Semarang Berkostum Hantu Kampanye Antihoaks

Minggu, 24 Maret 2019 - 15:51 WIB

Masyarakat berfoto dengan anggota Kelompok Milenial Antihoaks yang melakukan kampanye melawan berita bohong dengan mengenakan kost hantu. (net)

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Puluhan anak muda yang tergabung dalam Kelompok Milenial Antihoaks Semarang mengkampanyekan perlawanan terhadap berbagai berita bohong terkait pemilu dengan menggunakan kostum hantu saat acara “car free day” di Lapangan Pancasila, Semarang, Jateng, Minggu (24/3).

Tiga anggota Kelompok Milenial Antihoaks Semarang terlihat mengenakan kostum hantu pocong, hantu kuntilanak, dan hantu genderuwo dalam kampanye antihoaks sehingga menarik perhatian masyarakat yang berada di kawasan Simpang Lima.

Mereka juga membawa poster-poster yang antara lain bertuliskan “Hoax Adalah Perbuatan Setan”, “Ojo Manut Setan”, “Orang Bijak Antihoax”, “Saya Indonesia, Saya Antihoax”.

Koordinator Kelompok Milenial Antihoaks Semarang Arvin Wijaya mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkan beberapa komunitas anak muda ini bertujuan mengajak masyarakat agar mewaspadai penyebaran berbagai berita bohong atau hoaks yang marak menjelang Pemilu 2019.

Ia menyebutkan hoaks bisa memecah belah bangsa dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Masyarakat agar berhati-hati ketika menerima suatu informasi, baik melalui media sosial atau media lainnya. Saring dulu info itu sebelum ‘dishare’,” ucapnya.

Pemilihan kostum hantu dalam kegiatan bertema antihoaks itu, kata dia, untuk mengibaratkan hoaks seperti hantu yang menakutkan.

“Masyarakat cukup antuasis saat kampanye tadi, meskipun dalam kondisi hujan gerimis. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang malah mengajak berfoto rekan kami yang berkostum hantu legendaris di Kota Semarang,” ujarnya.

Arvin menegaskan kegiatan kampanye antihoaks ini bersifat netral dan hanya ingin menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tidak terpecah belah serta selalu aman tenteram.

(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *