Pilrek, Ini Perbedaan Kemenag dengan Kemenristekdikti

Minggu, 24 Maret 2019 20:08

FAJAR.CO.ID–Pemerintah masih mecampuri proses pemilihan rektor (Pilrek) universitas. “Tangannya” yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag).Keduanya memiliki aturan sendiri. Kemenag dalam memilih rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengacu kepada PMA 68/2015, yang memberikan kewenangan kepada senat memberikan penilaian secara kualitatif kepada calon.Namun, penilaian itu antara lain hanya mencakup integritas, kompetensi akademik, pengalaman dan kemampuan manajerial, leadership dan kerja sama calon rektor atau ketua.“Penilaian Senat menjadi salah satu dasar dan pertimbangan komisi seleksi (komsel). Jadi sangat penting dalam proses seleksi dimaksud,” ujar Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, Minggu (24/3/2019).Hasil penilaian kualitatif dari Senat, dikirim ke Kemenag untuk dilakukan seleksi oleh Komsel yang dibentuk oleh Menteri Agama. Komsel bertugas melakukan fit and propert test atas nama-nama yang dicalonkan oleh Senat.Selanjutnya, Komsel bekerja untuk menghasilkan tiga nama terbaik, lalu diserahkan kepada Menag untuk dipilih salah satunya. Tiga nama yang diserahkan itu adalah orang-orang yang oleh Komsel dinilai layak menjadi Rektor atau Ketua, sehingga Menag bisa memilih salah satunya.

Bagikan berita ini:
10
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar