Sandi Batal Hadiri Kampanye Terbuka Perdana di Solo, Ini Alasannya

Minggu, 24 Maret 2019 - 15:39 WIB

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno batal menghadiri kampanye terbuka perdana yang digelar di lapangan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Minggu (24/3). (Ari Purnomo/JPC)

FAJAR.CO.ID, SOLO – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno batal menghadiri kampanye terbuka perdana yang digelar di lapangan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Minggu (24/3). Meski begitu, ketidakhadiran Sandi tidak mengurangi antusiasme para pendukung dan relawan yang datang.

Sementara salah satu tokoh yang terlihat hadir adalah Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pusat, Djoko Santoso. Sekretaris Kegiatan, Aji Atmodiwiryo menyampaikan, ketidakhadiran Sandiaga dikarenakan adanya jadwal yang bersamaan dengan wilayah Sragen.

“Sebenarnya jadwalnya ke sini dulu untuk menyampaikan orasi. Tetapi beliau tidak bisa karena jamnya dengan kegiatan yang di Sragen sama,” urainya di sela kegiatan.

Meski begitu, Aji menambahkan, ketidakhadiran Sandiaga tidak mempengaruhi antusiasme masyarakat. Terbukti, para relawan dan pendukung terus berdatangan.

“Tidak berpengaruh terhadap semangat dan antusiasme para relawan dan pendukung Prabowo-Sandi. Kalau target kami pesertanya bisa mencapai 30 ribuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPN Pusat, Djoko Santoso menyampaikan bahwa, untuk Pilpres kali ini yang dibutuhkan tidak hanya memenangkan Prabowo-Sandi, tetapi juga perlu penguatan di parlemen.

Maka dari itu, Djoko pun meminta kepada seluruh Caleg untuk bisa mendukung kemenangan Prabowo-Sandi. “Prabowo menang saja tidak cukup. Tapi perlu juga adanya penguatan di parlemennya,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai lokasi kampanye terbuka perdana ini, diselenggarakan tidak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak lain merupakan Capres nomor urut 01.

Bahkan, jarak lokasi kampanye terbuka dengan kediaman mantan Wali Kota Solo tidak lebih dari satu kilometer. Mengenai hal tersebut, Djoko pun menyampaikan, bahwa pemilihan lokasi ini sesuai dari rekomendasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Karena yang di Stadion Sriwedari katanya tidak boleh. Jadi dipilihkan lokasi di lapangan Banyuanyar,” ungkapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *