Anak Mimisan?, Segera Lakukan Ini

Senin, 25 Maret 2019 - 20:08 WIB

FAJAR.CO.ID,KESEHATAN–Mimisan dirasakan hanpir 60 persen orang. Bagaimana bila terjadi pada anak?.

Spesialis Anak, Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, dr Jusli Aras MKes SpA mengungkapkan penanganan pertama orang tua perlu menenangkan anak lebih dahulu. Bila panik, maka bisa terjadi penyumbatan di jalan napas.

Posisikan kepala anak ke bawah agar mimisan tak masuk ke saluran napas. Selama dilakukan penanganan, minta anak untuk bernapas lewat mulut dan jangan menelan ludah karena bisa menyebabkan anak mual dan akhirnya muntah.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak Unhas ini melanjutkan, segera ambil tisu untuk menekan ke bagian hidung yang mengalami perdarahan. Lakukan 5-10 menit lalu lepas, “Jika masih berdarah, ulang lagi selama 15 menit,” ungkapnya.

Orang tua juga bisa menyiram kepala anak dengan air dingin jika mimisan disebabkan suhu yang terlalu tinggi. Menyiram kepala anak akan membuat pembuluh darah menyempit.

Mimisan pada anak merupakan hal wajar. Namun, jika terjadi berulang ulang dalam sepekan, bisa jadi pertanda penyakit.

mimisan umum terjadi pada anak usia di atas dua tahun. Penyebabnya di antaranya, kebiasaan mengorek hidung atau memasukkan benda asing ke hidung. Suhu yang terlalu panas
atau terlalu dingin, serta udara kering, dan perubahan ketinggian tiba-tiba juga bisa membuat anak mimisan.

Apabila dilakukan penanganan namun darah tak kunjung berhenti, serta volume darah terlalu banyak dan menyebabkan anak pingsan, sebaiknya dibawa ke dokter. Pun ketika mimisan terjadi berulang-ulang dalam rentan waktu seminggu, kemungkinan ada penyakit tertentu yang dialami anak.

Hal lain, lanjutnya adalah akibat penyakit rinhitis. Terjadi peradangan membran mukosa, tandanya sering bersin dan flu karena debu atau serbuk sari.

Namun, anak yang mimisan di bawah dua tahun sangat jarang terjadi. Bisa saja anak mengalami gangguan pembekuan darah, kelainan anatomi di saluran hidung, inflamasi atau peradangan yang bisa menyebabkan sumbatan saluran pernapasan.

“Biasanya perdarahan ini berasal dari posterior (bagian hidung belakang, berasal dari plexus woodruff),” jelas Alumnus Pediatric Nephrology Fellwoship, Santa Radboud Medisch Centrum, Belanda tersebut. (ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.