Curhatan KPU Bone Terkait Pemilu

Senin, 25 Maret 2019 - 21:36 WIB

FAJAR.CO.ID,WATAMPONE — Menghitung hari menjelang Pemilu serentak 2019. Namun, beberapa kendala dirasakan KPU bone.

Hal itu terungkap saat KPU Kabupaten Bone menggelar simulasi dan sosialisasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, di Halaman Islamic Centre Bone, Senin, 25 Maret.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Bone, Nasruddin Zaelani, mengungkapkan, beberapa kendala yang dialami KPU Kabupaten Bone saat ini.

“Sampai saat ini belum ada logistik pemilu yang terdistribusi serta kertas suara masih banyak yang belum terlipat,” ungkapnya.

Penyebabnya, seperti kotak suara karena masih ada beberapa PPK di kecamatan yang belum memiliki penampungan (gudang) kotak suara. Selain itu, biaya pelipatan surat suara sangat murah dan tidak ditanggung konsumsi sehingga banyak pelipat kertas suara yang memilih berhenti karena merasa rugi.

Selain itu, anggaran dari pusat belum dicairkan, sementara banyak kegiatan yang akan dilaksanakan seperti sosialisasi dan simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang rencananya akan dilaksanakan di semua kecamatan di Kabupaten Bone.

“Mohon pihak Pemerintah Kabupaten Bone memberikan solusi dan diharapkan bantuannya untuk membantu mengatasi hal-hal tersebut,” harapnya.

Curhatan itupun, ditanggapi langsung oleh Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pria berbaju batik itu mengatakan, Pemkab Bone tidak pernah berhenti memikirkan Pemilu 2019. Namun Pemkab Bone tidak boleh membantu dalam bentuk uang.

“Tidak boleh membantu dalam bentuk uang tetapi makanan. Jadi terkait pelipatan surat suara kami akan bantu makanan. Kemudian terkait penyimpanan logistik akan dikomunikasikan semua dengan camat,” janjinya.

Rapat masalah distribusi logistik pemilu, juga akan segera digelar. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan Pemilu.

“Intinya adalah komunikasi, kalau pemilu ini gagal yang hancur adalah negara,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati dua periode itu, juga melakukan simulasi pemungutan suara. Sebagai contoh bagi masyarakat untuk melaksanakan pemilu damai. (ica)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *