Keguguran, Warga Pulau Pangkep Lemas Baru Tiba di Makassar

Senin, 25 Maret 2019 - 14:00 WIB

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Sulitnya layanan kesehatan dirasakan masyarakat yang bermukim jauh di pelosok Kabupaten Pangkep.

Kepala Desa Balo-baloang, Kecamatan Liukang Tangaya, Buhari menjelaskan, salah seorang warganya, Nur Qalbi terpaksa menumpang kapal perintis dengan perjalanan laut hingga 20 jam, padahal dalam kondisi pasca keguguran di rumah tempat tinggalnya yang berada di pulau terluar Pangkep.

Nur Qalbi baru tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Senin (25/3/2019), setelah menumpang kapal perintis dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Tiba di Pelabuhan, ia langsung diangkat ke mobil dalam kondisi lemas menuju ke RS Khadijah.

“Warga saya ini, saya jemput langsung di Pelabuhan Makassar. Karena keguguran di pulau. Langsung kita bawa ke RS Khadijah di Makassar untuk dapatkan pertolongan,” jelasnya. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.