Keterlibatan Aparat Picu Kekhawatiran Terjadinya Kecurangan Pemilu

Senin, 25 Maret 2019 - 07:18 WIB

FAJAR.CO.ID–Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi PKS, Almuzzamil Yusuf menegaskan aksi curang dalam pemilu adalah musuh bersama. Butuh kerja sama seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawasinya.

“Mari kita semua jadikan kecurangan dalam pemilu sebagai musuh bersama, sehingga timses manapun takut melakukan kecurangan. Karena dia musuh besar bangsa ini,” kata Muzammil.

Konstitusi negeri ini sudah mengatur prinsip dasar pelaksanaan pemilu seperti tertuang dalam Pasal 22E UUD NRI Tahun 1945, yang menyebutkan Pemilu dilaksanakan dengan Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil) dan damai. “Karena itu mari kita pastikan azas ‘Luber Jurdil’ bisa diterapkan dalam pemilu ini,” paparnya.

Lanjut Muzammil, justru saat ini terasa adanya kekhawatiran terjadinya kecurangan. “Kekhawatiran terjadinya kecurangan dalam pemilu sangat terasa,” kata anggota DPR Dapil Lampung ini.

Dia mencontohkan keterlibatan aparat untuk pemenangan salah satu calon yang viral bebera hari terakhir. Situsi dan kondisi ini jelas menimbulkan dan semakin menambah kecurigaan. “Kita mengimbau polisi dan TNI tetap netral,” pintanya.

“Jika Polri dan TNI tegas menyatakan netral maka saya yakin keamanan terjaga karena keduanya memegang kekuatan keamanan dan keselamatan negara ke depan,” imbuhnya.

Untuk mencegah kecurangan, Muzammil berharap media mainstream dan media sosial perlu membuat komitmen pemilu Luber Jurdil dan damai. “Muzammil mengakui pemilu 2019 adalah pemilu yang paling panas dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. “Kalau bisa melewati pemilu ini maka demokrasi Indonesia luar biasa,” katanya.

Anggota MPR Fraksi PAN, Alimin Abdullah juga berharap media mainstream dan media sosial berperan memperjuangkan kebenaran dan ikut mengawal proses pemilu 2019. “Saya berharap pers benar-benar menjadi pilar demokrasi,” katanya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *