Lawan Gerakan PKI, Politisi Demokrat Ini Gandeng TNI ke Dapilnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gerakan anti kebhinekaan akhir-akhir ini terus mengancam kedamaian publik, baik itu gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga gerakan radikal atas nama agama.

Sadar atau tidak, gerakan ini telah meresahkan masyarakat Indonesia. Bahkan, gerakan ini secara terang-terangan dikamanyekan lewat media sosial. Merespon gerakan tersebut, politisi Partai Demokrat Sartono menggandeng aparat TNI untuk menguatkan ideologi Pancasila kepada masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil).

Mewakili Sartono, Imam Mahfudz selaku tenaga ahli menuturkan, ideologi Pancasila harus dikuatkan agar masyarakat terhindar dari pengaruh atau doktrin dari pengikut PKI.

“Akar dari ideologi adalah sejarah. Perlu diingat juga dalam bulan ini bertepatan dengan peristiwa besar yang dialami bangsa Indonesai yaitu pemberontakan PKI yang lebih dikenal dengan G30S/PKI,” kata Imam dalam pemaparannya di hadapan masyarakat di  Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo Jatim dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Senin (25/3).

Isu bangkitnya PKI dan gerakan ridakal sudah menjadi isu nasional, dan gerakan ini terus mendapat perlawanan. Selain itu, Imam Mahfudz juga memaparkan terkait tugas dan fungsu lembaga legislatif sebagai langkah edukasi kepada masyarakat.

“Yaitu sebagai lembaga yang bertugas membuat Undang-Undang atau legislasi, pengawasan dan penganggaran atau budgeting. paparnya. Sehingga fungsi legislatif dan eksekutif disini jadi tumpang tindih,” paparnya.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pemateri Sunarno dari unsur Akademisi dan Kapten Suhari dari unsur TNI.

“Kami berharap acara seperti ini sering dilaksanakan tak hanya oleh DPR RI tapi juga melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap keamanan dan keutuhan NKRI,” kata tokoh setempat Nuryasin. (RBA/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar