Lingkungan Kerja dengan Kesetaraan Mampu Tingkatkan Inovasi Hingga Tiga Kali Lipat

Senin, 25 Maret 2019 - 11:58 WIB

FAJAR.CO.ID – Menandai perayaan Hari Perempuan Internasional ke-16, Riset Accenture #EqualityDrivesInnovation dilakukan dengan melibatkan 18,000 responden dari 27 negara, termasuk 700 responden Indonesia. Tema dari penelitian memfokuskan pada dampak budaya terhadap lingkungan kerja, yang mendorong pada perkembangan dan kemampuan inovasi perusahaan.

Hasil temuannya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah memiliki kesadaran akan pentingnya inovasi dalam memajukan perusahaan mereka. Riset Accenture mengungkap bahwa di Indonesia, budaya kesetaraan mampu meningkatkan innovation mindset hingga tiga kali lipat.

Temuan ini mendorong Accenture untuk menegaskan pentingnya budaya kesetaraan, sebagai kunci penting menggerakkan innovation mindset perusahaan.

Debby Alishinta, Managing Director Women in Accenture Sponsor di Indonesia mengungkapkan riset Accenture #EqualityDrivesInnovation menunjukkan bahwa budaya kesetaraan menjadi pendorong utama pola pikir inovatif yang memiliki dampak signifikan bagi kemajuan suatu perusahaan.

“Dari seluruh faktor yang menjadi fokus riset, budaya selalu menang. Budaya kesetaraan bahkan memegang peranan jauh lebih siginifikan dibanding faktor geografis, demografis, atau sektor perusahaan,” jelas Debby di Jakarta baru-baru ini.

Karyawan menunjukkan pola pikir inovatif lebih kuat pada lingkungan kerja dengan budaya kesetaraan yang lebih baik. Riset menunjukkan bahwa penghargaan setara pada kemampuan pekerja laki-laki maupun perempuan menjadi kunci innovation mindset yang memberi kemungkinan lebih besar untuk perusahaan bersaing secara global.

Dijelaskan Debby era disrupsi digital memang menuntut karyawan memiliki pola pikir inovatif untuk mendukung eksistensi dan persaingan perusahaan. “Kemampuan inovasi karyawan menjadi indikator sukses untuk memenuhi kebutuhan pasar yang bergerak cepat,” ujarnya.

Constellation Research: Disrupting Digital Business memaparkan data bahwa 52% perusahaan yang terdaftar dalam Fortune 500 pailit akibat disrupsi digital, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan.

Indonesia saat ini menduduki urutan ke-85 dalam Indeks Inovasi Dunia. Secara positif, #EqualityDrivesInnovation mengungkap bahwa pentingnya inovasi sudah disadari oleh 95% pemimpin perusahaan, dan 96% karyawan ingin menjadi lebih inovatif.

Data kualitatif di Indonesia juga mengungkap bahwa 80% organisasi mendorong dan memungkinkan karyawan menjadi inovatif dalam bekerja sehari-hari.

Secara global, kekuatan budaya kesetaraan untuk menggiring pola pikir inovatif juga sangat kuat, bahkan lebih berdampak dibandingkan usia atau gender. Riset ini juga menunjukkan bahwa diversitas atau keberagaman dalam perusahaan secara signifikan berdampak pada innovation mindset.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *