Saksi Romi, KPK Periksa Asep Saifuddin Chalim

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memanggil sejumlah saksi berkaitan dengan kasus suap mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemanggilan saksi untuk melengkapi berkas penyidikan kasus suap pengisian jabatan dilingkungan kementerian agama. “Tiga orang saksi dipanggil untuk Rommy,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (25/3).

Adapun tiga saksi itu ialah tokoh PPP Jawa Timur (Jatim), Asep Saifuddin Chalim, Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa Noer, PNS Kemenag Kantor Wilayah di Yogyakarta, Abdul Rochim. “Berharap para saksi bisa hadir dan memberikan keterangan secara kooperatif,” tukasnya.

Usai diperiksa pekan lalu, Romi mengatakan tidak pernah mengintervensi proses seleksi pejabat pimpinan tinggi di Kemenag. Sebab, katanya tak ada kewenangan untuk mencampuri seleksi pejabat di Kemenag.

“Soal Haris Hasanuddin, saya terima referensi dari orang-orang tokoh masyarakat dan tokoh agama yang sangat qualified, saya tidak menghilangkan proses seleksinya, saya tidak intervensi, proses seleksi dilakukan panitia yang sangat profesional,” kata Romi di gedung KPK.

Aspirasi soal kompetensi Haris yang mengikuti seleksi untuk Kakanwil Kemenag Jatim, disebut Romi, diterima dari Kiai Asep Saifuddin Halim dan Khofifah.

“Tapi bahwa meneruskan aspirasi, apa yang saya teruskan bukan main-main. Saya menerima aspirasi dari ulama seorang Kiai Asep Saifudin Halim adalah pimpinan pondok pesantren dan kemudian Bu Khofifah, beliau gubernur terpilih, jelas mengatakan, ‘Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena orang kerja bagus.’ Sebagai gubernur terpilih, beliau mengatakan kalau Mas Haris sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan Pempov akan lebih baik,” jelasnya.

Dalam perkara ini, selain Romi KPK juga menetapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka.

Romi diduga telah menerima uang Rp300 juta dari mereka (Haris dan Muafaq). Uang suap itu maksudnya agar Romi dapat mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar