Tarif Ojol Ditentukan, Promo Tak Lagi Menguntungkan Konsumen


Dengan pemberlakuan ini, maka tarif promo yang diberikan oleh aplikator tidak akan cukup terasa bagi konsumen. Sebagai contoh, seorang penumpang naik ojol menuju ke tempat A dengan jarak 4 KM. Penumpang itu artinya harus membayar tarif sebesar Rp 12 ribu dengan asumsi Rp 10 ribu biaya nett pengemudi dan Rp 2 ribu merupakan besaran dari biaya aplikator sebesar 20 persen.Jika harus diberikan promo, maka mau tidak mau aplikator yang harus berkorban. Sehingga, promo nantinya tidak terlalu menguntungkan. Meski begitu, Dirjen Budi menegaskan jika pengaturan tarif ini diberlakukan demi keberlangsungan bisnis tersebut.“Jadi kalau ada batas atas kita untuk kepentingan pengemudi dan masyarakat. Jangan sampai nanti masyarakat membayarnya berlebihan. Nanti jangan sampai dibayarkan Rp 3 ribu. Artinya apliaktor tidak boleh memainkan batas atas. Itu biasanya biasa dimainkan pas hujan, malam hari dan jam sibuk,” tandasnya.(JPC)

loading...

Komentar

Loading...